seperti mencicipi racikan sambel, di cicip ragu takut pedas tapi kalau tak dicicip kita tak pernah tahu kenikmatannya. sekilas begitulah tekadku waktu usia beranjak 27 tahun, cukup tuwir waktu itu untuk ragu ragu menuju jenjang yang lebih baik dalah hal pasangan. sudahlah beranikan diri saja, masih teringat pada malam tepat usiaku 27 ibu memberi semacam kejutan. terkejut?? aku lebih dari terkejut.. bahkan hampir pingsan rasanya. bagaimana tidak, ibu memberi kejutan berupa kabar tanggal 27 mau ngelamarin anak orang, padahal hari itu tanggal 25 sore, sekitar jam setengah 8 kurang lebih habis shalat isya. parahnya, pihak perempuan belum di kabari.. untung si doi sholihah dan smart jadi hanya dalam waktu singkat permasalahan tempat, konsumsi dan konsep acara sudah fix. tepat 27 maret 2016 waktu itu, selangkah lagi sempurnalah agama kami berdua..
dengan nekat karena belum pernah sekalipun menemui ortu si doi tanggal 26 nya saya ke rumah buat kulonuwun dan nembung langsung. berbekal petunjuk alamat seadanya, yang tadinya di rencakan jam 10 sampai sana. dengan penuh kebimbangan dan mengumpulkan keberanian, aku memperlambat jalannya kendaraan. otak hanya berisi persiapan kata kata dan konsep nembung yang tepat.
( belum selesai )
Sejarah membuktikan berulang, mereka yang tidak serakah selalu mendapatkan lebih dari yang mereka harapkan @TattyElmir
Minggu, 18 Desember 2016
Selasa, 05 Juli 2016
MENYENDIRI
aku hanya sedang menyendiri bersama dinginnya air hujan, hingga setitik sinar mengusap kulitku...
bersenang senanglah dengan kesibukanmu, jangan risaukan daku..
tetaplah jadi diri sendiri, tak perlu membatasi atau pun di batasi..
teriaklah jika ingin teriak, menangislah jika memang ingin menangis..
sementara jangan usik daku, yang hanya sedang menikmati dinginnya hujan di antara kerasnya petir dan berisiknya dentuman air di kala menyentuh bumi..
sampai kapan? sampai aku lupa kapan aku akan menghentikannya...
Jumat, 22 April 2016
subhanallah walhamdulillah...
hari ini cukup membuat loyo, mulai dari bangun kesiangan. terus, liat laporan hasil kinerja outlet di kritik habis oleh manajemen, padahal sudah tak manage se efisien mungkin, tapi masih saja ada celahnya.. ahhh, sudahlah mungkin lagi apesnya aja. buka hape, liat blog si itu, malah bikin tambah loyo. semakin siang seakan akan ko semakin banyak masalah, lalu kuputuskan berhenti sejenak shalat jamaah ashar di masjid. merenung, satu kata yang terlintas di pikiran, ini semua pasti akan berakhir dan pasti ada hikmah di balik ini semua. menghirup nafas panjang dan berkata dalam hati ahhh.. sudahlah nanti juga bakalan baik baik saja. eh, ga berapa lama dari itu, ada email dari manajemen yang intinya masih ada peluang outletku untuk bisa tembus net laba yang di targetkan, ga lama kemudian liat WA ada message dari si itu dan isinya sungguh menenangkan hati yang sudah lama bergejolak. iseng iseng kemudian tak liat twitternya juga responnya positif, lalu saya buka kembali blognya ternyata ada artikel di bawah bunga yang isinya menggelitik.. ahh ternyata aku cuma suuzon dan semua sudah beres. terakhir, ketika mau buka game COC eh yang ke klik justru alqur'an dan tau surat apa yang tidak sengaja saya buka?? subhanallah walhamdulillah yang saya buka adalah surat attaubah ayat 2, lalu saya coba nyari terjemahan surat tersebut dan alhamdulillah karena di google biasanya kalau kita ngetik langsung ada teks yang menyarankan.. dan googlenya menyarankan surat attaubah ayat 105. dan tau apa isinya
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
luarr biasa, cocok sekali dengan tema hari ini, intinya kita kerja ya kerja aja ga perlu berharap dapet pujian dari atasan atau di anggap bagus kerjanya. cukup bekerja professional dan nanti Allah beserta rasulnya dan orang orang mukmin yang akan menjadi saksi apa yang sudah kita kerjakan.
Senin, 18 April 2016
segenggam hati, siapalah yang hendak memilki
Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang
(saujana - suci sekeping hati )
sejenak melepas penat setelah seharian berpetualang mengelilingi kabupaten cilacap, sepotong lirik ini cukup menyentil fikiran. hatiku memang cuma sekeping, mungkin bisa di bawa lari tapi siapa yang akan membawanya. apakah dia yang akan menjadi pejuang di jalan kebenaran, ataukah sosok lain yang mungkin tiada pernah terduga. ahh, tapi aku sudah sejauh ini, hati ini pasti sudah ada yang mengkavling. pastilah kalau tak ada aral melintang, tak lama lagi hati ini tidak hanya akan di bawa berlari olehmu tapi juga hanya akan di penuh sesaki oleh tawa dan tangismu. sosok lain tak pernah terduga?? tak pernah sebersit setitik pun akan kemungkinan itu. kita hanya sedang menyempurnakan akhlak masing - masing agar ketika kita di pertemukan di saat itulah kita sudah setara menurut Allah.
aku sudah sejauh dan semantap sekarang, memang aku pernah jatuh pada lubang pengharapan manusia secara berlebihan. terlalu dalam dan terlalu gelap, perlu lama aku hanya sekedar menyadarkan diri untuk bangkit dan keluar dari lubang terebut. tapi kali ini, aku jatuh bukan pada lubang yang salah, ini bukan lubang tapi ini kolam oase. jernih airnya, sejuk tersentuh kulit dan manis terasa lidah. sumber airnya penuh keberkahan, dan aku di jatuhkan padanya di saat yang tepat dan langkah yang benar. walau sempat aku ingin mengotori, untung sang pemilik kolam cepat cepat menamparku untuk menghentikan ulah nakalku. sementara aku di tarik dari kolam itu, agar airnya di bersihkan dulu dan aku pun membersihkan bajuku dulu, agar di saat yang tepat ketika kita bersatu dalam oase tersebut tak ada kotoran sedikitpun.
ini jalan sudah benar, walau jalanannya sepi tapi akan indah terbentang di saat yang tepat..
bukankah lama waktu kita menunggu lebih sebentar di banding saat kita bersama nantinya.
tetep semangat, hati ini sementara saya gembok rapat, dengan gembok terkuat dan kunci terbaik. kuncinya kuserahkan pada dia yang paling bisa menjaga, kamu bisa membuka hanya pada saat yang tepat dan setelah terbuka hatiku hanya bisa di isi oleh yang berbadan besar :)
Jumat, 04 Maret 2016
maafkan aku
Maafkan aku
Mungkin pernah candaku menyakiti perasaanmu, atau tawaku yang berlebihan hingga kau merenggut dahi dalam diammu..
Maafkan aku
Karena lelah aku begitu mudah tersulut emosi, meski ku tau engkau sedang menggodaku dengan candamu, hingga suasana jadi tak menyenangkan seperti biasanya..
Maafkan aku
Yang ingin menasehati tapi malah tidak pada saat yang tepat, meski kau tahu niatku baik, tapi harusnya aku juga tahu engkau belum siap menerima saran dariku..
Maafkan aku
Sering mencarimu hanya saat aku butuh, tapi pergi menghilang setelah aku baik-baik saja, sungguh aku tak tahu terimakasih..
Maafkan aku kawan, atas segala kesengajaan dan kekhilafan yang sering terjadi, dan terimakasih engkau masih tetap menerimaku, meski kau tahu aku seperti ini.
Sekali lagi, aku minta maaf kawan.
Sabtu, 06 Februari 2016
ikhlas dalam ketetapannya
- Kurniawan Gunadi (via @kurniawangunadi)Yang selama ini kita perjuangkan belum tentu akan kita dapatkan karena sudah menjadi ketetapan-Nya bahwa tentang yang terbaik hanya Dia yang tahu. Maka disitulah kita diajarkan tentang keikhlasan dan memahami bahwa yang terbaik tidak bisa kita ukur dengan cara-cara kita. Disitulah kita belajar kembali tentang iman. Semoga kita senantiasa ikhlas menjalani semua ini sebagai hamba."
Langganan:
Komentar (Atom)

