Senin, 18 April 2016

segenggam hati, siapalah yang hendak memilki

Sekeping hati dibawa berlari 
Jauh melalui jalanan sepi 
Jalan kebenaran indah terbentang 
Di depan matamu para pejuang 
(saujana - suci sekeping hati ) 

sejenak melepas penat setelah seharian berpetualang mengelilingi kabupaten cilacap, sepotong lirik ini cukup menyentil fikiran. hatiku memang cuma sekeping, mungkin bisa di bawa lari tapi siapa yang akan membawanya. apakah dia yang akan menjadi pejuang di jalan kebenaran, ataukah sosok lain  yang mungkin tiada pernah terduga. ahh, tapi aku sudah sejauh ini, hati ini pasti sudah ada yang mengkavling. pastilah kalau tak ada aral melintang, tak lama lagi hati ini tidak hanya akan di bawa berlari olehmu tapi juga hanya akan di penuh sesaki oleh tawa dan tangismu. sosok lain tak pernah terduga?? tak pernah sebersit setitik pun akan kemungkinan itu. kita hanya sedang menyempurnakan akhlak masing - masing agar ketika kita di pertemukan di saat itulah kita sudah setara menurut Allah. 

aku sudah sejauh dan semantap sekarang, memang aku pernah jatuh pada lubang pengharapan manusia secara berlebihan. terlalu dalam dan terlalu gelap, perlu lama aku hanya sekedar menyadarkan diri untuk bangkit dan keluar dari lubang terebut. tapi kali ini, aku jatuh bukan pada lubang yang salah, ini bukan lubang tapi ini kolam oase. jernih airnya, sejuk tersentuh kulit dan manis terasa lidah. sumber airnya penuh keberkahan, dan aku di jatuhkan padanya di saat yang tepat dan langkah yang benar. walau sempat aku ingin mengotori, untung sang pemilik kolam cepat cepat menamparku untuk menghentikan ulah nakalku. sementara aku di tarik dari kolam itu, agar airnya di bersihkan dulu dan aku pun membersihkan bajuku dulu, agar di saat yang tepat ketika kita bersatu dalam oase tersebut tak ada kotoran sedikitpun. 

ini jalan sudah benar, walau jalanannya sepi tapi akan indah terbentang di saat yang tepat.. 
bukankah lama waktu kita menunggu lebih sebentar di banding saat kita bersama nantinya. 
tetep semangat, hati ini sementara saya gembok rapat, dengan gembok terkuat dan kunci terbaik. kuncinya kuserahkan pada dia yang paling bisa menjaga, kamu bisa membuka hanya pada saat yang tepat dan setelah terbuka hatiku hanya bisa di isi oleh yang berbadan besar :) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar