Nama Naila akhir-akhir seperti sedang menjadi trending topic di mana-mana, di sekitarku saja dengan sangat mudah kutemui perempuan bernama naila. mulai dari adik ragilku yang bernama Naila Salsabilla, kemudian kakak sepupu perempuanku Naila Zulfa, ada lagi adik sepupu beda kakek yaitu anaknya pak lik ku yang punya nama Naila Mulia Ansani ( Ansani = anaknya asrolani ). saat aku bekerja di kaltim pun aku bertemu dengan naila lainnya dia Naila Asyifa Harahap anak teman kerja ku yang kebetulan rumahnya bersebelahan. eh ternyata anak Murrabi ku pun bernama Naila pula, tapi aku ga mau nanya lengkapnya ntar di kira mau macem-macem :D. oiya ada satu nama Naila lagi yang cukup akrab denganku yaitu Naila Ath-thamim, wanita keturunan arab-indo yang kenal di FB dan sering ngajak debat pas pemilu kemaren. Sebenarnya trend nama Naila itu sudah lama tapi mungkin karena kebetulan nama tokoh peran utama wanita di sinetron GGS ( Ganteng Ganteng SeringGalau ) itu bernama Naila jadi seakan-akan nama itu baru muncul akhir-akhir ini. nama naila yang paling terkenal adalah Nailah binti Al Qurafashah atau Nailah binti Al Farafishah Al Kalbiyah, seorang gadis cantik dari negeri Syam.
Sang gadis belia yang cantik jelita tapi ikhlas menikahi seorang lelaki yang lebih pantas jadi kakeknya. bahkan sampai meninggalnya sang lelaki tersebut pun dia ogah mencari pengganti. lelaki tersebut adalah sang amirul mukminin utsman bin affan. dia menikahi utsman bukan karena faktor ketampanan utsman tapi karena faktor ke agamaan sang khilafah. yah begitulah Naila dengan bermacam-macam orangnya dan sifatnya. tujuan saya menulis di sini bukan mau membahas nama naila untuk di buat skripsi :)... akan tetapi mau sedikit membahas mba wedok ku si Naila Zulfa.
Wanita yang satu ini adalah antitesa kepribadianku, dia seumuran denganku ( lebih muda setahun sih tapi karena doi terlalu pinter jadi masuk sd nya barengan ) sekilas tentang Naila, dia anak yang supel dan ramah. bisa di bilang sangat cantik, kalo di bandingin sama artis dia mirip cornelia agatha di sinetron si doel jaman dulu. berperawakan semampai ( semeter pun tak sampai :D ) banyak kawan, pinter, baik hati dan rajin menabung ( makanya sekarang kerja di BANK) dan dia lah sang menara gading manusia tersukses bagi ibuku, walaupun bukan anak kandung tapi ibu ku sangat mengistimewakan dia. jadi apa-apa yang di lakukan mba ku itu adalah bagus, walau salah ya namanya juga anak-anak. sebaliknya, segala tindakanku kalau ga niru si Naila adalah salah dan zero toleransi. sejak zaman SD sampai SMA kami selalu bersama, dari main boneka bareng sampai mabok les kimia. dia memang sangat jago di bidang hitung -menghitung dari jaman kelas 1 sd. nilainya selalu di atasku, lah saya selalu kebalikannya. walau begitu, saya lebih unggul di bidang pelajaran non hitung. jadi setiap ada pembagian raport, selalu ada persaingan sengit antara kami berdua. kalau di jaman SD saya selalu di atas doi dalam hal ranking ( karena SD cuma matematik yang ada hitung-hitungannya ), tapi mulai SMP sampai SMA saya sangat tertinggal jauh ( karena baik mapel IPA ataupun IPS ada hitung-hitungannya ). mulai SMA ini lah saya jadi pengekor doi, dimana doi les saya di suruh ikut les juga. saat doi dengan gampangnya masuk IPA, saya masuk IPA karena nilai mapel Akuntansi saya selalu 0 jadi guru-guru bersepakat membuang saya ke IPA :p....
Pada saat akan memasuki jenjang bangku perkuliahan angin keberuntungan seakan-akan menjauhinya. dengan modal nilai rata-rata yang tinggi seharusnya masuk UGM pun hanyalah sambil merem, akan tetapi takdir tidak mengikuti logika manusia, mulai dari mengikuti PMDK pendidikan matematika UNNES dia Gagal, UM pendidikan matematika UNS Solo dia Gagal, UMPTN pendidikan bahasa inggris UNY jogja dia juga Gagal, kemudian UM2 Manajemen UNSOED dia pun masih Gagal, karena univ negeri sudah tutup semua pasca pengumuman UM UNSOED dengan pasrah akhirnya dia masuk STAIN PWT jurusan syariah. memang sudah takdirnya mungkin biar dia jadi anak sholehah di STAIN. karena sudah terlanjur pinter hanya dengan waktu 3,5 tahunan dia sudah sarjana di saat saya belum memulai tugas akhir sedikit pun. sambil menguap, tiba-tiba dia sudah keterima aja gitu kerja di BANK syariah swasta di bandung. di saat saya masih harus blusukan keluar masuk hutan kalimantan dia sudah naik pangkat dengan mudahnya. demikianlah sekilas resensi saya tentang mba perempuanku. Alhamdulillah, kemaren sore di saat hujan deras membasahi dusun karanganyar tercinta. ada seorang pangeran tamvaaan dengan serombongan keluarga besar dari pegunungan slamet ( Guci, TeGkGaal ) memberanikan diri menyunting mbak ku wedok. saya tersalip lagi, di situ kadang saya merasa sedih :(((...
Teman main kecilku itu sebentar lagi akan sempurna agamanya, insya Allah sang pangerannya Ganteng, walau tak setamvaaan Galang di sinetron GGS tapi dia terlihat serasi dengan mbakku dan yang terpenting dia Sholeh dan bertanggung jawab. demikianlah takdir, kuliah di Purwokerto kerja di bandung dan ketemu jodohnya di TeGkGaal tak pernah ada yang tahu... tapi akan selalu indah kalau kita bersyukur... selamat ya mba Nay... semoga mba nay ga nemu ini artikel dan ga baca juga...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar