kekasih, relalah aku hanya menjadi dinginnya hujan
asalkan dikau bisa merasakan hangatnya selimutmu
kekasih, tak apalah aku hanya jadi rintik hujan yang terpanang sekilas oleh bening matamu
asalkan kau mampu merinduku di saat yang lain hanya merasakan basah
kekasih, aku hanyalah genangan air di telapak sepatumu
tak sempat kau rasakan, tapi tak mengapa asal bisa selalu bersamamu
walau hanya sampai masa kau melepas sepatumu
kekasih, haruskah aku juga membasahi sekujur lekuk tubuhmu
hanya untuk mendapat perhatian dari kerutan di ujung lentik jemarimu
kekasih, aku tak pernah tahu kapan tuhan mengizinkanku untuk sempurna merasuki tubuhmu
mungkin mendung hari ini atau banjir esok hari
tapi saat itulah aku merasa sempurna menjadi tetesan air

Tidak ada komentar:
Posting Komentar