Selasa, 10 Maret 2015

ini rezekimu lho...

“Sesungguhnya rezeki itu akan mecari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya.” HR. Thabrani

          Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah. Ia tidak bisa dikalkulasi dengaan nalar manusia. Seringkali ia bergerak diluar jangkauan nalar. Seandainya contoh kawan; Gajimu bekerja 1 bulan adalah 1 juta, sedang waktu dan nilai kerjamu lebih dari itu, bisa mungkin Alloh telah akan memberimu nikmat yang lain, berupa kesehatan dan atau rizki dari arah yang kamu enggak duga. Dan atau seandainya contoh kawan, Gajimu bekerja 1 bulan adalah 2 Juta, sedang waktu dan nilai kerjamu enggak lebih dari itu, bisa mungkin kamu telah akan menerima sesuatu yang lain, berupa pengeluaran dari arah yang enggak kamu duga, dan atau ketidak puasan atas suatu nikmat. Itulah yang disebut dengan rezeki tidak disangka-sangka. Al Quran mengatakan “Wayarzughu min haitsu laa yahtasib “ (Ath-Thalaq ( 65 ) : 3). Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Rasul SAW bersabda, “Allah telah menetapkan takdir semua mahluk sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi“ (HR.Muslim). Oleh karena itu selayaknyalah kita tidak perlu cemas mengenai rezeki Allah SWT. Sebab Sang Pemberi Rezeki telah menjamin, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia meengetahui tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (Hud 6). “Persoalan rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Hal penting yang perlu dilakukan adalah sempurnakan ikhtiar, perkuat dengan doa, dan tawakal secara total kepada Allah. Biarlah Allah yang Maha Mengatur. Insya Allah, jika ikhtiar, doa serta tawakal kita total, kita akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Allah akan mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

         Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata, “Saya mendengar Rassulullah SAW bersabda, ‘Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang “ (HR.Ahmad dan Turmuzi). Banyak kiat untuk menjemput atau membuka keran pintu rezeki itu. Diantaranya adalah :

Pertama, 

Memperbanyak istighfar dan taubat. Allah berfirman, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai “ (Nuh (71) :10-12). Ujar Ibnu Katsir, “Maksudnya, jika kalian telah bertaubat dan beristighfar kepada Allah serta taat kepada-Nya, Dia pasti memperbanyak rezeki kalian dan memberi minum kalian dengan berkah dari langit serta menumbuhkan dan mengalirkan susu binatang ternak serta akan memberikan harta yang banyak, dan anak yang banyak.Lalu Allah akan menjadikaan bagi kalian kebun-kebun yang didalamnya beraneka ragam buah-buahan, yang mengalir di sisinya sungai-sungai“ (Ibnu Katsir Jilid 4 halaman 371).

Kedua,

Istiqamah Bersedekah /Berinfak di jalan Allah. Rasul SAW bersabda, “Bersedekahlah kalian, dan jangan (terlalu) lama disimpan dan ditahan. Sebab jika demikian, Allah SWT akan menahan (karunia-Nya) untukmu “ (HR. Bukhari ). Hadis lain, Nabi SAW bersabda “Berinfaklah semampumu, dan jangan menahan hartamu, niscaya Allah akan menahan karunia-Nya bagimu“ (HR. Muslim dan Nasai). Kilah Imam Al-Qurthubi, “Jika seseorang meyakini Allah sepenuhnya, pasti Dia akan memberikan rezeki kepadanya dengan tanpa disangka-sangka. Seyogianya ia mesti berinfak secara ikhlas dan tanpa banyak pertimbangan. “

Ketiga,

Meluangkan waktu untuk Beribadah. Rasul SAW bersabda, ”Allah berfirman ‘Wahai Bani Adam, fokuskanlah hati kalian dalam beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan lapangkan hatimu, dan Aku penuhi kebutuhanmu. Kalau kamu tidak memfokuskan ibadah kepada-Ku, maka Aku akan penuhi hatimu dengan kesibukan dan kebutuhanmu tidak akan Aku penuhi “ (Hadis qudsi riwayat Ahmad,Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim). Secara umum hadis tersebut menurut imam Al’Ala’i menjelaskan bahwa hati seseorang jangan terlena dengan kesibukan dunia, hingga ia tidak menunaikan bentuk ketaatan kepada Allah. Dalam menafsirkan firman Allah surah Al Insyirah ayat 7, Ibnu Katsir menuturkan, “Jika kalian telah selesai melakukan pekerjaan-pekerjaan duniawi, bersungguh-sungguhlah menunaikan ibadah dengan tekun. Lalu fokuskan hatimu dan ikhlaskan niatmu.” Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan meluangkan waktu dan memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah dapat membukakan pintu rezeki.

Keempat,

Bersegera Mencari Rezeki di Pagi hari. Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi. Semoga keberkahan selalu tercurah bagi umatku yang beraktifitas di pagi hari “ (HR.Thabrani). “Shahr Al-Ghamidi menjelaskan, bahwa Rasulullah mengutus pasukan perang di akhir waktu siang. Sementara itu Shahr sebagai seorang pedagang, sering membawa barang dagangannya di pagi hari. Akhirnya ia sering mendapatkan keuntungan yang berlimpah, hingga hartanya banyak. (HR. Imam yang empat).

Kelima, 

Bersilaturrahim. Rasul SAW bersabda, “Siapa yang ingin diluaskan rezekinya, dan dipanjangkan umurnya,maka sambunglah tali silaturrahim “ (HR.Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasai). Dalam hadis qudsi Allah berfirman, “Siapa yang menyambung silaturrahmi, maka akan Aku sambung rahmat-Ku untuknya. Dan siapa yang memutuskan silaturrahmi, maka Aku putuskan pula rahmat-Ku untuknya “ (HR. Tirmuzi dan Abu Daud). Rahmat Allah itu bentuknya beraneka ragam, dan jumlahnya tidak terhitung. Ia bisa berupa kemudahaan dalam segala urusan, ketenangan dalam menjalani hidup, kesehatan jasmani dan rohani, keluasan rezeki dan sebagainya.

Keenam,

Senantiasa bersyukur. Allah berfirman “ … Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih “ (Ibrahim 7). Imam Al Mansyur berkomentar “Wahai manusia, jangan sekali-kali kalian mengusir kenikmatan rezeki dengan meninggalkan syukur. Sebab, dengan meninggalkan syukur, justru kalian tengah mengundang bencana. “ Syukur adalah satu keniscayaan atas begitu banyaknya nikmat yang kita rasakan dalam hidup ini.Salah satu hal yang harus kita syukuri adalah rezeki pemberian Allah. Cara mensyukurinya adalah dengan “mengalirkannya“ kepada orang yang membutuhkan. Ibarat air, jika tidak dialirkan akan tersumbat. Demikian pula dengan rezeki, jika tidak dialirkan, saluran rezeki akan tersumbat. Wallahualam.

sumber : 
1. https://www.facebook.com/notes/zulkifli-ar/rezeki-seluruh-mahluk-sudah-di-jamin-allah/204612226226985
2. https://www.facebook.com/wendy.saputro/posts/976198219059855?fref=nf&pnref=story



Minggu, 08 Maret 2015


Banyak yang mengira menjadi terbaik adalah dengan menjadi yang tercepat, yang terkuat dan yang terbesar. Padahal menjadi yang terbaik adalah tentang berdamai dengan diri sendiri dan memahami apa yang sedang terjadi. ‪#‎SelfReminder‬


yuni wiwit nugraheni

Rabu, 04 Maret 2015

Membangun tanpa slogan Syariah

Gincu dan garam merupakan dua benda yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, khususnya bagi kaum perempuan. Gincu, sekarang orang menyebutnya lipstik, adalah salah satu jenis kosmetik yang dipergunakan oleh sebahagian kaum perempuan sebagai penghias bibir. Warnanya umumnya merah, atau warna lain yang lebih mencolok dan gampang terlihat. Menurut penuturan perempuan yang sering memakai gincu, rasanya tidak ada. Gincu hanya menempel di bibir pemakainya, tidak mempunyai rasa. Walaupun nampak jelas ketika dipakai akan tetapi sipemakainya sendiri justru tidak dapat melihat bagaimana gincu itu di bibirnya ketika dipandang orang.

Garam, merupakan pemberi rasa asin terhadap makanan, hasil olahan dari air laut. Harganya murah, akan tetapi sangat menentukan lezat-tidaknya suatu hidangan. Garam ketika digunakan larut bersama makanan. Rasa asinnya baru terasa apabila makanan yang dibumbuhi garam tersebut dicicipi. Perempuan ketika berdandan boleh tidak memakai gincu, akan tetapi setiap orang kalau memasak harus membumbuhi masakannya dengan garam. Ringkasnya gincu sebenarnya hanya pelengkap, sedangkan garam penentu rasa.

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang di antara kita ada yang berbuat dan melakukan aktifitasnya mengambil filsofi dari gincu dan garam! Yang berfilosofi gincu lebih mengutamakan dan mengedepankan aspek formalitas dan popularitas dalam setiap aktifitasnya. Semua yang dia lakukan baik secara pribadi maupun kolektif harus dapat dilihat dan disaksikan oleh orang banyak sekedar untuk memperoleh pengakuan dan atau pujian, kendatipun kemudian hanya sebatas show, tidak dapat memberi manfaat baik bagi dirinya maupun bagi orang yang melihatnya. Yang penting apa yang dia lakukan dapat dilihat dan disaksikan orang! Celakanya, banyak orang yang justru terbuai oleh warna-warna ‘gincu’ yang ditonjolkan oleh orang.
Sebaliknya, hanya sedikit di antara kita yang rela memegang filosofi garam. Orang yang memegang filosofi garam, dalam berbuat dan beraktifitas mementingkan manfaat apa yang dilakukan baik untuk dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Berbuat bagi orang tipe ini tidak harus diketahui oleh orang lain, bahkan kalau perlu merahasiakan identitas dalam berbuat baik, tetapi yang penting baginya ialah azaz manfaat pada setiap perbuatannya.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah muak dengan penampilan orang-orang dan sekelompok orang yang sepintas bagai pahlawan, namun kepahlawanannya tidak lebih dari penampilan gincu; terlalu banyak teori, konsep dan program yang dikemukakan sekedar untuk menarik simpati publik namun tidak ada realisasi. Orang berperilaku seperti ini tidak menyadari bahwa formalisasi dan publikasi yang berlebihan tentang ‘kebajikan’ seseorang justru mengaburkan dan menghilangkan rasa (manfaat) dari suatu perbuatan. Hanya sesaat dan tidak memberi rasa apa-apa, dan hanya sedikit orang yang mau berbuat kebajikan tanpa diketahui oleh orang lain.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Para Ulama NU termasuk yang mengamalkan filosofi garam, yakni lebih mengutamakan subtansi ketimbang formalitas. Para Ulama NU termasuk juga Muhammadiyyah menganggap tidak penting teriak - teriak Syariah dalam memformat dan membangun bangsa ini, namun lebih memperjuangkan bagaimana agar Nilai - nilai Islam secara universal bisa terserap dan mewarnai dalam setiap sendi kehidupan bangsa ini tanpa harus menggunakan bungkus Syariah.
Husein Umar pernah bertanya kepada M.Hatta yang juga terkenal dengan penganut filosofi garamnya “Bapak berbicara mengenai takwa dan kejujuran, bahkan mengenai Pancasila, tetapi tidak pernah bicara tentang Islam. Apakah sebabnya?”
Jawab Bung Hatta, “Perbedaan saya dengan Natsir ibarat segelas air di depan saya ini, yang tampaknya begitu bening dan transparan. Nah, cobalah teteskan setetes gincu dan kocok. Warnanya jelas berubah namun rasanya tidak berubah. Tetapi, coba masukkan setengah sendok garam dan kemudian kocok. Warnanya tidak akan berubah namun rasanya berubah. Natsir menganggap Islam seperti gincu, sementara saya menganggap Islam seperti garam. Tanamkan Islam di dalam hati pemuda-pemuda dan mereka akan membereskan seluruh negeri ini.”
”Pakailah filsafat garam, tak tampak tapi terasa. Janganlah pakai filsafat gincu, tampak tapi tak terasa.”
Inilah yang diinginkan Bung Hatta yaitu agar nilai-nilai Islam dapat menggarami kehidupan budaya bangsa, hingga akhlak mulia dan keadilan dapat ditegakkan secara nyata, bukan dalam format retorika politik yang tidak bertanggung jawab.Filsafat garam juga banyak diamini oleh tokoh-tokoh intelektual Islam lainnya, di tahun 2001 saat mencuat kembali keinginan sebagian umat Islam untuk mengusung “Piagam Jakarta” sebagai landasan negara, Tempo mewawancarai sejumlah tokoh Islam, antara lain M Amien Rais. Pada Tempo edisi tersebut Amien Rais mengatakan, “Jika politik bendera atau gincu yang dipegang, akan tampak berkibar-kibar dan menyala-nyala. Tapi hal itu akan menimbulkan reaksi dari kelompok lain. Sebaliknya jika politik garam yang dipegang, itu tak akan menyala atau berkibar-kibar. Cuma rasa gurih dan asinnya langsung dirasakan masyarakat.”.

Wal hasil bahwa para Ulama NU maupun Muhammadiyyah lebih mengutamakan membangun bangsa tanpa slogan Syariah, namun bukan berarti menolak Syariah. Ulama NU dan Muhammadiyyah lebih memprioritaskan syariah Islam yang besifat subtantif, yakni berlakunya nilai - nilai Islam universal seperti keadilan, persaudaraan, saling tolong menolong, kesetaraan, musyawarah, kesejahteraan dll dalam kehidupan anak bangsa, dan bukan dalam bentuknya yang legal formal.
Wallohu A'lam

sumber: https://www.facebook.com/GenerasiMudaNu/posts/450619278425103:0

Senin, 02 Maret 2015

Ruang menikmati hidup


kayanya nyaman betul lah, kalau kesampaian punya ruangan macam ni... 

kecil sih, namun rasanya nih ruangan itu secara filosofis inyong banget :) 

Menikahlah, jangan pernah tunggu SEMPURNA


Anda masih lajang dan belum menikah? Anda merasa kesulitan menemukan calon pendamping hidup Anda? Sudah sekian lama Anda berusaha mendapatkan calon jodoh sesuai kriteria, namun belum juga menemukannya? Saran saya: sesuaikan kriteria Anda. Kesulitan itu terjadi, mungkin karena Anda berharap hadirnya calon pasangan hidup yang sempurna, tanpa cacat, sesuai dengan harapan ideal Anda.

Berikut beberapa tips bagi Anda yang tengah mencari calon jodoh atau yang tengah berproses menuju pernikahan.

1. Berusaha Mendapatkan Jodoh Terbaik
Tentu saja Anda wajib berusaha untuk mendapatkan jodoh yang terbaik bagi dunia dan akhirat Anda. Tidak boleh sembarangan dalam memilih jodoh, karena menikah adalah untuk selamanya. Tidak untuk waktu yang terbatas. Maka pilih calon jodoh dengan kriteria utama kebaikan agama atau akhlak, bukan semata-mata soal kecantikan, ketampanan, kekayaan, ataupun status sosial.

2. Segera Ambil Keputusan
Menikah adalah bab mengambil keputusan, setelah Anda melakukan proses pencarian. Jangan berharap mendapatkan seseorang yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah. Tidak ada manusia sempurna, selalu ada kekurangannya. Jika Anda melihat gadis cantik, di tempat lain juga ada gadis yang lebih cantik. Jika Anda tertarik pemuda tampan, di tempat lain juga ada pemuda yang lebih tampan.
Lakukan musyawarah dengan orang-orang salih tentang pilihan Anda, kemudian lakukan pula istikharah. Ambil kemantapan, dan segera ambil keputusan.

3. Pasangan Hidup Adalah Sahabat
Anda tidak memerlukan orang yang sempurna untuk menjadi pasangan hidup Anda. Yang Anda perlukan hanyalah seseorang yang bersedia menemani Anda, mengerti diri Anda, bisa menerima kondisi Anda, mau menjadi sahabat Anda dalam suka dan duka, mau melewati hidup bersama dalam segala keadaannya. Anda tidak memerlukan seseorang yang sempurna untuk menjadi suami atau istri, karena memang tidak ada lelaki sempurna, tidak ada perempuan sempurna.

4. Terima Kekurangannya
Siapa pun yang Anda pilih untuk menjadi pendamping hidup, ia selalu memiliki kekurangan. Sebagaimana Anda pun memiliki kekurangan. Maka jangan pernah berharap kesempurnaan dari manusia. Setelah melakukan usaha memilih calon jodoh terbaik, kemudian sudah anda ambil keputusan untuk menikah dengannya, maka terimalah ia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jangan menyesal menikah dengannya, ketika kelak Anda menemukan sisi kekurangan yang belum Anda lihat sekarang.

5. Proses Menjadi Lebih Baik
Yang Anda perlukan adalah kesediaan untuk berproses bersama pasangan untuk menjadi diri yang lebih baik. Dari waktu ke waktu, Anda selalu mengusahakan perbaikan, demikian pula pasangan Anda. Seseorang bisa saja memiliki masa lalu yang tidak baik, namun toh itu sudah berlalu. Yang paling penting adalah menoreh sejarah baru yang lebih baik pada masa sekarang dan yang akan datang.

6. Optimis Menghadapi Masa Depan
Setelah menikah, fokuslah menata hidup Anda di masa kini dan masa mendatang. Jangan terbelenggu oleh masa lalu. Masa depan Anda masih panjang membentang, lakukan berbagai usaha untuk mendapatkan kehidupan yang baik, kehidupan keluarga yang berkah, kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Raihlah surga dunia dan surga akhirat bersama pasangan Anda.

7. Bersama Menghadapi Permasalahan
Dalam kehidupan berumah tangga, pasti akan dijumpai konflik, pertengkaran, permasalahan dan tantangan kehidupan. Jangan takut dan khawatir dengan berbagai persoalan dan tantangan kehidupan. Tersenyumlah menghadapi hari-hari berat yang akan Anda lalui. Yang paling penting, Anda selalu bergandengan tangan bersama pasangan, melewati badai bersama-sama, menghadapi ganasnya tantangan kehidupan bersama-sama.

8. Kuatkan Ikatan dengan Tuhan
Sebagai insan beriman, Anda telah memutuskan untuk menikah dengan seseorang yang mencintai Anda karena Allah. Bisa menemani Anda dalam kehidupan berumah tangga karena Allah. Bisa membahagiakan Anda karena Allah. Maka, kuatkan ikatan keluarga Anda dengan Allah. Jangan pernah terlepas dari ikatan dengan-Nya. Karena hanya Ia yang akan bisa menyelamatkan Anda, hanya Ia yang akan bisa memberi pertolongan kepada Anda.

9. Nikmati Kebahagiaan Anda
Kehidupan berumah tangga pasti ada masa-masa pahit dan getirnya, pasti menghadapi ketegangannya. Bersabarlah dengan itu semua. Karena hidup berumah tangga memang memiliki aneka rasa. Kadang manis, kadang pahit, kadang getir, kadang menegangkan, kadang menyenangkan. Semua pasti akan Anda hadapi dan Anda alami. Nikmati saja semua rasanya, Anda akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya bila mampu menikmati aneka rasa hidup berumah tangga.

10. Berikan Kontribusi Kebaikan
Hidup kita bukan hanya untuk diri kita, namun kita dituntut untuk peduli dan berbagi dengan sesama. Berikan kontribusi kebaikan bagi masyarakat sekitar, berikan kebahagiaan bagi keluarga besar, berikan kebaikan bagi bangsa dan negara. Hidup kita akan sangat pendek jika hanya berpikir untuk diri sendiri, namun akan sangat panjang apabila mau peduli dan berbagi. Kebahagiaan hakiki itu dalam memberi, bukan dalam menerima pemberian.

kasih kekasih

kekasih, relalah aku hanya menjadi dinginnya hujan
asalkan dikau bisa merasakan hangatnya selimutmu

kekasih, tak apalah aku hanya jadi rintik hujan yang terpanang sekilas oleh bening matamu
asalkan kau mampu merinduku di saat yang lain hanya merasakan basah

kekasih, aku hanyalah genangan air di telapak sepatumu
tak sempat kau rasakan, tapi tak mengapa asal bisa selalu bersamamu
walau hanya sampai masa kau melepas sepatumu

kekasih, haruskah aku juga membasahi sekujur lekuk tubuhmu
hanya untuk mendapat perhatian dari kerutan di ujung lentik jemarimu

kekasih, aku tak pernah tahu kapan tuhan mengizinkanku untuk sempurna merasuki tubuhmu
mungkin mendung hari ini atau banjir esok hari
tapi saat itulah aku merasa sempurna menjadi tetesan air

Minggu, 01 Maret 2015

Naila



              Nama Naila akhir-akhir seperti sedang menjadi trending topic di mana-mana, di sekitarku saja dengan sangat mudah kutemui perempuan bernama naila. mulai dari adik ragilku yang bernama Naila Salsabilla, kemudian kakak sepupu perempuanku Naila Zulfa, ada lagi adik sepupu beda kakek yaitu anaknya pak lik ku yang punya nama Naila Mulia Ansani ( Ansani = anaknya asrolani ). saat aku bekerja di kaltim pun aku bertemu dengan naila lainnya dia Naila Asyifa Harahap anak teman kerja ku yang kebetulan rumahnya bersebelahan. eh ternyata anak Murrabi ku pun bernama Naila pula, tapi aku ga mau nanya lengkapnya ntar di kira mau macem-macem :D. oiya ada satu nama Naila lagi yang cukup akrab denganku yaitu Naila Ath-thamim, wanita keturunan arab-indo yang kenal di FB dan sering ngajak debat pas pemilu kemaren. Sebenarnya trend nama Naila itu sudah lama tapi mungkin karena kebetulan nama tokoh peran utama wanita di sinetron GGS ( Ganteng Ganteng SeringGalau ) itu bernama Naila jadi seakan-akan nama itu baru muncul akhir-akhir ini. nama naila yang paling terkenal adalah Nailah binti Al Qurafashah atau Nailah binti Al Farafishah Al Kalbiyah, seorang gadis cantik dari negeri Syam. 


      Sang gadis belia yang cantik jelita tapi ikhlas menikahi seorang lelaki yang lebih pantas jadi kakeknya. bahkan sampai meninggalnya sang lelaki tersebut pun dia ogah mencari pengganti. lelaki tersebut adalah sang amirul mukminin utsman bin affan. dia menikahi utsman bukan karena faktor ketampanan utsman tapi karena faktor ke agamaan sang khilafah. yah begitulah Naila dengan bermacam-macam orangnya dan sifatnya. tujuan saya menulis di sini bukan mau membahas nama naila untuk di buat skripsi :)... akan tetapi mau sedikit membahas mba wedok ku si Naila Zulfa. 


    Wanita yang satu ini adalah antitesa kepribadianku, dia seumuran denganku ( lebih muda setahun sih tapi karena doi terlalu pinter jadi masuk sd nya barengan ) sekilas tentang Naila, dia anak yang supel dan ramah. bisa di bilang sangat cantik, kalo di bandingin sama artis dia mirip cornelia agatha di sinetron si doel jaman dulu. berperawakan semampai ( semeter pun tak sampai :D ) banyak kawan, pinter, baik hati dan rajin menabung ( makanya sekarang kerja di BANK) dan dia lah sang menara gading manusia tersukses bagi ibuku, walaupun bukan anak kandung tapi ibu ku sangat mengistimewakan dia. jadi apa-apa yang di lakukan mba ku itu adalah bagus, walau salah ya namanya juga anak-anak. sebaliknya, segala tindakanku kalau ga niru si Naila adalah salah dan zero toleransi. sejak zaman SD sampai SMA kami selalu bersama, dari main boneka bareng sampai mabok les kimia. dia memang sangat jago di bidang hitung -menghitung dari jaman kelas 1 sd. nilainya selalu di atasku, lah saya selalu kebalikannya. walau begitu, saya lebih unggul di bidang pelajaran non hitung. jadi setiap ada pembagian raport, selalu ada persaingan sengit antara kami berdua. kalau di jaman SD saya selalu di atas doi dalam hal ranking ( karena SD cuma matematik yang ada hitung-hitungannya ), tapi mulai SMP sampai SMA saya sangat tertinggal jauh ( karena baik mapel IPA ataupun IPS ada hitung-hitungannya ). mulai SMA ini lah saya jadi pengekor doi, dimana doi les saya di suruh ikut les juga. saat doi dengan gampangnya masuk IPA, saya masuk IPA karena nilai mapel Akuntansi saya selalu 0 jadi guru-guru bersepakat membuang saya ke IPA :p.... 


    Pada saat akan memasuki jenjang bangku perkuliahan angin keberuntungan seakan-akan menjauhinya. dengan modal nilai rata-rata yang tinggi seharusnya masuk UGM pun hanyalah sambil merem, akan tetapi takdir tidak mengikuti logika manusia, mulai dari mengikuti PMDK pendidikan matematika UNNES dia Gagal, UM pendidikan matematika UNS Solo dia Gagal, UMPTN pendidikan bahasa inggris UNY jogja dia juga Gagal, kemudian UM2 Manajemen UNSOED dia pun masih Gagal, karena univ negeri sudah tutup semua pasca pengumuman UM UNSOED dengan pasrah akhirnya dia masuk STAIN PWT jurusan syariah. memang sudah takdirnya mungkin biar dia jadi anak sholehah di STAIN. karena sudah terlanjur pinter hanya dengan waktu 3,5 tahunan dia sudah sarjana di saat saya belum memulai tugas akhir sedikit pun. sambil menguap, tiba-tiba dia sudah keterima aja gitu kerja di BANK syariah swasta di bandung. di saat saya masih harus blusukan keluar masuk hutan kalimantan dia sudah naik pangkat dengan mudahnya. demikianlah sekilas resensi saya tentang mba perempuanku. Alhamdulillah, kemaren sore di saat hujan deras membasahi dusun karanganyar tercinta. ada seorang pangeran tamvaaan dengan serombongan keluarga besar dari pegunungan slamet ( Guci, TeGkGaal ) memberanikan diri menyunting mbak ku wedok. saya tersalip lagi, di situ kadang saya merasa sedih :(((... 


  Teman main kecilku itu sebentar lagi akan sempurna agamanya, insya Allah sang pangerannya Ganteng, walau tak setamvaaan Galang di sinetron GGS tapi dia terlihat serasi dengan mbakku dan yang terpenting dia Sholeh dan bertanggung jawab. demikianlah takdir, kuliah di Purwokerto kerja di bandung dan ketemu jodohnya di TeGkGaal tak pernah ada yang tahu... tapi akan selalu indah kalau kita bersyukur... selamat ya mba Nay... semoga mba nay ga nemu ini artikel dan ga baca juga...