Jumat, 20 Februari 2015

PERSIAPAN DIRI MENJELANG PERNIKAHAN (1)

Persiapan melakukan apapun adalah awal dari keberhasilan. Apalagi untuk sebuah pernikahan, moment besar dalam hidup seorang laki-laki dan perempuan.
Moment besar laki-laki karena ia akan bertambah amanah dari tanggung jawab atas dirinya sendiri menjadi tanggung jawab terhadap sebuah keluarga.
Bagi seorang perempuan momen besar ini lebih luar biasa lagi. Ia akan mempersilakan seorang laki-laki yang tadinya bukan siapa-siapa, untuk memimpin dirinya. Kerelaan yang sungguh luar biasa.
Untuk sebuah peristiwa bersejarah itulah laki-laki dan perempuan muslim hendaklah memiliki kesiapan diri secara moral spiritual, konsepsional, fisik, material dan sosial.
A. Persiapan Moral dan Spiritual
Kesiapan secara spiritual ditandai oleh mantapnya niat dan langkah menuju kehidupan rumah tangga. Tidak ada rasa gamang atau keraguan tatkala memutuskan untuk menikah, dengan segala konsekuensi atau resiko yang akan dihadapi pasca pernikahan.
Bagi seorang laki-laki, kesiapan diri secara spiritual adalah tentang menjadi seorang qowwam (pemimpin) dalam rumah tangga, untuk berfungsi sebagai seorang ayah bagi anak-anak yang akan lahir nantinya dari pernikahan. Kesiapan dalam diri untuk menanggung segala beban-beban yang disebabkan oleh posisi laki-laki sebagai seorang suami dan ayah.
Bagi seorang perempuan, kesiapan diri secara spiritual adalah tentang kesiapan untuk membuka ruang baru bagi intervensi seorang mitra yang bernama suami. Kesiapan untuk mengurangi sebagian otoritas atas dirinya sendiri lantaran dalam rumah tangga, prinsip musyawarah adalah hal yang harus diutamakan, dan sebagai istri mempunyai kewajiban untuk taat pada suami selama perintah suami adalah hal yang baik, dan juga kesiapan untuk hamil, melahirkan dan menyusui dan menanggung beban-beban baru yang muncul akibat hadirnya anak.
Sedangkan secara moral, Allah menerangkan di surat An-Nur ayat 26 
“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula.😇😇
Maka, jika kita ingin mempunyai pasangan yang baik dan berakhlak baik, kita sendiri harus mempersiapkan sejak dini untuk mempunyai akhlak yang baik. Moral tidak bisa dipersiapkan secara mendadak, namun merupakan buah dari pembelajaran dan penjagaan diri sejak masih belia.
Adapun cara mempersiapkan sisi moralitas untuk para calon pengantin, adalah dengan meningkatkan pengetahuan agama, berusaha memperbaiki diri secara terus menerus, menjadikan diri cinta beramal shalih, dan menjauhi tempat-tempat yang mendatangkan dampak negatif bagi diri sendiri dan senantiasa bergabung dalam lingkungan orang-orang yang baik.
Sedangan persiapan spiritual bisa dilakukan dengan menjaga ibadah-ibadah wajib, senantiasa meningkatkan amalan-amalan sunnah, memperbanyak istighfar dan muhasabah serta berdoa kepada Allah agar mendapat kekuatan dan kemantapan hati dalam meniti hidup sehingga tidak melenceng dari ajaran islam. (rm)
Bersambung pekan depan…
Materi disarikan dari tulisan Ust. Cahyadi Takariyawan.
🌸 KULIAH SUPERMOM WANNABE 🌸
Edisi #JumahSakinah, 20 Februari 2015

🍄 Follow Us 🍄
🌷 Tumblr: supermomwannabee.tumblr.com
🌼 Twitter: @supermom_w
🍁 Fanpage FB: Supermom Wannabe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar