hai teman seperjuanganku, tersenyumlah barang cuma sebentar dan walaupun sedikit pahit. saya tahu kok, kamu sedang sibuk bergelut dengan diri sendiri bukan dengan orang lain dan bukan pula dengan tumpukan tugas di depanmu. selaku teman yang terbatas dalam menjadi teman yang baik bagi kamu saya cuma mau sedikit berbagi rasa denganmu. kalau merasa menggurui, ya kamu sudah tahu sifatku kan? kita berteman kan ga cuma baru sehari atau dua hari. saya sudah kenal kamu dari mulai jadi bintang ospek sampai kena sidak MR pas main PS, kamu juga sudah kenal diriku sejak cupunya aku sampai mulai gemuknya badanku, bahkan sampai #gagalMoveOn nya diriku.
hai teman suka-dukaku, hanya karena kamu belum bisa mencapai sesuatu yang sudah orang lain mencapainya, janganlah membuatmu merasa kalah. segala sesuatu sudah ada masanya, kadarnya dan tingkatannya sendiri, tak usah risau kalau belum dapat atau jangan terlalu menyesal jika sudah terlewat. bersemangatlah kawan, karena ujian untuk dirimu itu sudah sesuai dosisnya dan hanya dirimu yang bisa melewatinya, sekarang tinggal kamu pilih, melewatinya dengan senyuman atau tangisan.
hai kawan curhatku, mari jadikan masa depanmu penuh dengan rasa bangga akan lelah hari ini bukan penyesalan atas ketakutan berbuat bertindak, bukan rasa malu karena selalu meragu. saya selalu yakin kamu bisa menyelesaikan ini dengan mudah dan cantik seperti biasanya. ingatlah betapa bahagianya dirimu beberapa tahun yang lalu, ketika si pemuda itu memberanikan diri jauh dari sanak keluarga merantau ke kota kecil yang mungkin belum banyak di ketahui semua orang, untuk memulai apa yang seharusnya kamu selesaikan hari ini.
hai kawan perjuanganku, tak ada yang pernah tau dimana kedepannya kita di tempatkan oleh Allah dalam mengeruk jatah rizki kita, ibarat menanam singkong, asal tancap pun jadi. tapi memotong batangnya dan mengatur jarak tanamnya adalah ikhtiar kita untuk memperoleh hasil maksimal. begitu pula dengan rezeki, cuma tidur-tiduran pun pasti akan mendapatkannya, tapi dengan kelulusanmu adalah bentuk ikhtiar antum dan bentuk syukur antum pada yang maha pencipta.
hai teman susah-bahagiaku, jika kamu takut apa yang kamu ikhtiarkan akan buntu dan gagal kedepannya, ingatlah betapa semangatnya dirimu dalam berproses selama ini. bukannya kalau makan kita lebih menikmati saat kita mengunyah makanannya bukan saat kita merasakan kenyangnya. keep moving forward, sekali lagi jangalah surutnya satu aliran sungai membuatmu lupa akan kerasnya deburan ombak di lautan.
tetaplah bersemangat kawan, se semangat waktu kamu berjuang habis-habisan menyiapkan DM 2 tahun kemarin, teruslah berusaha seperti saat akhir bulan kiriman belum datang hehehe... maaf sudah pernah egois beberapa bulan ini melupakanmu, maaf juga tak bisa banyak membantu, maaf juga jika tulisan ini justru memparah pertarunganmu melawan dirimu,
salam hangat,
zaharudin
teman bergelayutan pasang spanduk di waktu dini hari :)
tetaplah bersemangat kawan, se semangat waktu kamu berjuang habis-habisan menyiapkan DM 2 tahun kemarin, teruslah berusaha seperti saat akhir bulan kiriman belum datang hehehe... maaf sudah pernah egois beberapa bulan ini melupakanmu, maaf juga tak bisa banyak membantu, maaf juga jika tulisan ini justru memparah pertarunganmu melawan dirimu,
salam hangat,
zaharudin
teman bergelayutan pasang spanduk di waktu dini hari :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar