Jumat, 27 Februari 2015

Nikah dengan cara ELEGAN


Jadikan kisah pertemuan dengan jodoh kita itu sebagai kisah yang elegan. Jangan sampai di awal pertemuan sudah dikotori dengan hubungan-hubungan yang selama ini dipercaya banyak orang sebagai hubungan yang sah-sah saja, padahal tidak diperkenankan oleh agama. Pacaran salah satunya.” 



Nikah Muda Siapa Takut - Ahmad Rifa’i Rif’an

Jumat, 20 Februari 2015

PERSIAPAN DIRI MENJELANG PERNIKAHAN (1)

Persiapan melakukan apapun adalah awal dari keberhasilan. Apalagi untuk sebuah pernikahan, moment besar dalam hidup seorang laki-laki dan perempuan.
Moment besar laki-laki karena ia akan bertambah amanah dari tanggung jawab atas dirinya sendiri menjadi tanggung jawab terhadap sebuah keluarga.
Bagi seorang perempuan momen besar ini lebih luar biasa lagi. Ia akan mempersilakan seorang laki-laki yang tadinya bukan siapa-siapa, untuk memimpin dirinya. Kerelaan yang sungguh luar biasa.
Untuk sebuah peristiwa bersejarah itulah laki-laki dan perempuan muslim hendaklah memiliki kesiapan diri secara moral spiritual, konsepsional, fisik, material dan sosial.
A. Persiapan Moral dan Spiritual
Kesiapan secara spiritual ditandai oleh mantapnya niat dan langkah menuju kehidupan rumah tangga. Tidak ada rasa gamang atau keraguan tatkala memutuskan untuk menikah, dengan segala konsekuensi atau resiko yang akan dihadapi pasca pernikahan.
Bagi seorang laki-laki, kesiapan diri secara spiritual adalah tentang menjadi seorang qowwam (pemimpin) dalam rumah tangga, untuk berfungsi sebagai seorang ayah bagi anak-anak yang akan lahir nantinya dari pernikahan. Kesiapan dalam diri untuk menanggung segala beban-beban yang disebabkan oleh posisi laki-laki sebagai seorang suami dan ayah.
Bagi seorang perempuan, kesiapan diri secara spiritual adalah tentang kesiapan untuk membuka ruang baru bagi intervensi seorang mitra yang bernama suami. Kesiapan untuk mengurangi sebagian otoritas atas dirinya sendiri lantaran dalam rumah tangga, prinsip musyawarah adalah hal yang harus diutamakan, dan sebagai istri mempunyai kewajiban untuk taat pada suami selama perintah suami adalah hal yang baik, dan juga kesiapan untuk hamil, melahirkan dan menyusui dan menanggung beban-beban baru yang muncul akibat hadirnya anak.
Sedangkan secara moral, Allah menerangkan di surat An-Nur ayat 26 
“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula.😇😇
Maka, jika kita ingin mempunyai pasangan yang baik dan berakhlak baik, kita sendiri harus mempersiapkan sejak dini untuk mempunyai akhlak yang baik. Moral tidak bisa dipersiapkan secara mendadak, namun merupakan buah dari pembelajaran dan penjagaan diri sejak masih belia.
Adapun cara mempersiapkan sisi moralitas untuk para calon pengantin, adalah dengan meningkatkan pengetahuan agama, berusaha memperbaiki diri secara terus menerus, menjadikan diri cinta beramal shalih, dan menjauhi tempat-tempat yang mendatangkan dampak negatif bagi diri sendiri dan senantiasa bergabung dalam lingkungan orang-orang yang baik.
Sedangan persiapan spiritual bisa dilakukan dengan menjaga ibadah-ibadah wajib, senantiasa meningkatkan amalan-amalan sunnah, memperbanyak istighfar dan muhasabah serta berdoa kepada Allah agar mendapat kekuatan dan kemantapan hati dalam meniti hidup sehingga tidak melenceng dari ajaran islam. (rm)
Bersambung pekan depan…
Materi disarikan dari tulisan Ust. Cahyadi Takariyawan.
🌸 KULIAH SUPERMOM WANNABE 🌸
Edisi #JumahSakinah, 20 Februari 2015

🍄 Follow Us 🍄
🌷 Tumblr: supermomwannabee.tumblr.com
🌼 Twitter: @supermom_w
🍁 Fanpage FB: Supermom Wannabe

Di jalan apa kita menikah?

Ini bukan pertanyaan basa-basi. Pertanyaan ini, penting untuk dijawab.
Dijalan apa kita menikah? Ada jalan instinktif. Pilihan jalan ini bersifat tradisional. Secara intuitif, manusia memerlukan teman dan pasangan hidup. Jalan ini menghantarkan setiap orang, apapun agama dan ideologinya untuk bisa saling mencintai dan menyayangi pasangan hidupnya. Menumpahkan syahwat secara bertanggung jawab kepada pasangannya. Namun, jika kita mencari pasangan hidup semata-mata dengan orientasi penyaluran kebutuhan biologis, pilihan pasangan pun sebatas pada tujuan itu, yaitu harus bisa memuaskan keperluan syahwatnya. Jalan ini merupakan pilihan masyarakat yang awam akan agama dan jauh dari sentuhan spiritualitas.
Dijalan apa kita menikah? Ada ideologi serba materi. Kekayaan, kemegahan, serba punya. Hidup layaknya borjuis yang segala hal diukur dari aspek materi. Dampaknya ketika menikah, tolok ukurnya pun materi. Memilih suami atau istri, ditinjau dari sisi material. Kekayaan, kecantikan, ketampanan, bentuk tubuh, berat badan, warna kulit, dan sebagainya. Sebuah orientasi sempit yang menghantarkan manusia kepada kerugian. Benarlah kata-kata bijak yang mengingatkan kita akan masalah ini. “Barangsiapa orientas dan cita-citanya hanyalah sebatas pada apa yang masuk kedalam perutnya, maka nilai kemanusiaannya tak lebih dari apa yang keluar dari perutnya.” Jika jalan ini adalah pilihan kita, kerugian sudah pasti merupakan akibatnya. Bukankah materi mempunyai sifat dasar tidak pernah bisa memuaskan??
Dijalan apa kita menikah? Ada jalan setan yang membentang luas disebelah kiri dan kanan kita, mengajak kita melewatinya, dengan berbagai janji-janji keindahan dan kenikmatan. Jalan setan yang menawarkan kebebasan melampiaskan hawa nafsu. Ketika manusia mulai dikuasai setan, yang bergerak dalam hati dan pikirannya hanyalah kekuasaan setan. Segala hal yang dilarang Allah tampak demikian indah dan menyenangkan. Lalu, bagaimana mungkin kita akan memilih menikah di jalan setan, padahal jelas-jelas setan akan menipu dan menyesatkan?
Dijalan apa kita menikah? Nun jauh disana, ada kehidupan yang menolak kemewahan. Adalah serba ruhani, dimana ketidakpunyaan menjadi dasar pilihan. Jalan ini amat menistakan kegelimangan harta material, menolak hidup bergelimang harta, tubuh gemuk, malas ibadah dan syahwat dunia. Akan tetapi, mereka melawan dengan ekstrim sisi yang lain. Padahal sesungguhnya, islam tidak mengharamkan materi selama diperoleh dengan cara yang benar. Sekalipun islam tidak menghendaki umatnya berorientasi serba materi, akan tetapi islam juga menolak jalan serbaruhani yang meniadakan kepentingan material.
Dijalan apa kita menikah? Terbentang pula dengan lurus, jalan para Nabi. Jalan orang-orang sholih yang kini telah bercengkerama ditaman syurga. Inilah harusnya pilihan jalan kita. Jalan menuju kebahagiaan dan kepastian akhir. Jalan yang dipilihkan Allah untuk Nabi dan orang-orang yang mengikutinya. Jalan yang menghantarkan Nabi saw menikahi istri-istrinya. Jalan yang membuat Ummu Sulaim menerima pinangan Abu Thalhah, jalan yang menyebabkan Ali bertemu Fatimah.
Dijalan ini, orang-orang sholih membina rumah tangga. Jalan ini menawarkan orientasi bahwa pernikahan adalah ibadah. Dijalan ini, kecenderungan ruhiyah amat mendapat perhatian, akan tetapi tidak mengabaikan sisi-sisi materi. Di jalan ini, setan terkalahkan oleh orientasi rabbani, hingga menuntun setiap proses dari awal sampai akhir, senantiasa memiliki kontribusi terhadap kebaikan. Sejak dari persiapan diri, memilih jodoh, peminangan, akad nikah hingga walimah dan hidup satu rumah, tidak ada yang dilakukan kecuali dalam kerangka kebaikan dan ibadah.
Lalu, di jalan apa kita menikah?
Sumber: Buku Dijalan Dakwah Aku Menikah, Ust. Cahyadi Takariyawan.
*Follow Us*
- Tumblr: supermomwannabee(dot)tumblr(dot)com
- Twitter: @supermom_w
- Fanpage FB: Supermom Wannabe

Kamis, 19 Februari 2015

hai teman, apa kabar yang sebenarnya darimu?

             
              hai teman seperjuanganku, tersenyumlah barang cuma sebentar dan walaupun sedikit pahit. saya tahu kok, kamu sedang sibuk bergelut dengan diri sendiri bukan dengan orang lain dan bukan pula dengan tumpukan tugas di depanmu. selaku teman yang terbatas dalam menjadi teman yang baik bagi kamu saya cuma mau sedikit berbagi rasa denganmu. kalau merasa menggurui, ya kamu sudah tahu sifatku kan? kita berteman kan ga cuma baru sehari atau dua hari. saya sudah kenal kamu dari mulai jadi bintang ospek sampai kena sidak MR pas main PS, kamu juga sudah kenal diriku sejak cupunya aku sampai mulai gemuknya badanku, bahkan sampai #gagalMoveOn nya diriku. 

              hai teman suka-dukaku, hanya karena kamu belum bisa mencapai sesuatu yang sudah orang lain mencapainya, janganlah membuatmu merasa kalah. segala sesuatu sudah ada masanya, kadarnya dan tingkatannya sendiri, tak usah risau kalau belum dapat atau jangan terlalu menyesal jika sudah terlewat. bersemangatlah kawan, karena ujian untuk dirimu itu sudah sesuai dosisnya dan hanya dirimu yang bisa melewatinya, sekarang tinggal kamu pilih, melewatinya dengan senyuman atau tangisan. 

               hai kawan curhatku, mari jadikan masa depanmu penuh dengan rasa bangga akan lelah hari ini bukan penyesalan atas ketakutan berbuat bertindak, bukan rasa malu karena selalu meragu. saya selalu yakin kamu bisa menyelesaikan ini dengan mudah dan cantik seperti biasanya. ingatlah betapa bahagianya dirimu beberapa tahun yang lalu, ketika si pemuda itu memberanikan diri jauh dari sanak keluarga merantau ke kota kecil yang mungkin belum banyak di ketahui semua orang, untuk memulai apa yang seharusnya kamu selesaikan hari ini. 

             hai kawan perjuanganku, tak ada yang pernah tau dimana kedepannya kita di tempatkan oleh Allah dalam mengeruk jatah rizki kita, ibarat menanam singkong, asal tancap pun jadi. tapi memotong batangnya dan mengatur jarak tanamnya adalah ikhtiar kita untuk memperoleh hasil maksimal. begitu pula dengan rezeki, cuma tidur-tiduran pun pasti akan mendapatkannya, tapi dengan kelulusanmu adalah bentuk ikhtiar antum dan bentuk syukur antum pada yang maha pencipta. 

             hai teman susah-bahagiaku, jika kamu takut apa yang kamu ikhtiarkan akan buntu dan gagal  kedepannya, ingatlah betapa semangatnya dirimu dalam berproses selama ini. bukannya kalau makan kita lebih menikmati saat kita mengunyah makanannya bukan saat kita merasakan kenyangnya. keep moving forward, sekali lagi jangalah surutnya satu aliran sungai membuatmu lupa akan kerasnya deburan ombak di lautan.

           tetaplah bersemangat kawan, se semangat waktu kamu berjuang habis-habisan menyiapkan DM 2 tahun kemarin, teruslah berusaha seperti saat akhir bulan kiriman belum datang hehehe... maaf sudah pernah egois beberapa bulan ini melupakanmu, maaf juga tak bisa banyak membantu, maaf juga jika tulisan ini justru memparah pertarunganmu melawan dirimu,

salam hangat,




zaharudin
teman bergelayutan pasang spanduk di waktu dini hari :)


Rabu, 18 Februari 2015

doa minta rezeki halal

Doa ini dibaca ya. Supaya dipermudah dlm mencari rezeki yang halal. Jadi bisa menghalalkan dia




اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak minta) kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi 5/560, dan lihat kitab Shahihut Tirmidzi 3/180)

Selasa, 17 Februari 2015

kekhawatiran Ali bin Abi Thalib R.A



Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, tak membekas dalam perbuatan. Banyak orang baik, tapi tak berakal. Banyak orang berakal, tapi tak beriman. Ada lidah fasih, tapi berhati lalai. Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah, namun amalan bid’ah dan mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat, rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah tersenyum, tapi hatinya mengumpat.

Ada yang berhati tulus, tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak, tapi tak memberi teladan. Ada pezina yang tampil jadi figur. Ada orang punya ilmu tapi tak paham, Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi. Ada yang bodoh tapi tak tahu diri. Ada orang beragama, tapi tak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tak ber-Tuhan.

— Ali bin Abi Thalib

sesore yang menghapus 7 bulan

     
Serintik hujan tetiba membasahi dedaunan yang mulai mengering karena lama tak jumpa air, sudah 5 hari tanpa hujan di pekaranganku. renyahnya daun yang seakan-akan siap terbakar kapan saja, hanya dengan seguyuran air menjadi lemas bagai mendoan hangat yang baru di angkat. -- ahh sok puitis... ya!! ini serupa dengan gambaran perasaanku sore itu, bersamaan dengan tenggelamnya matahari tanggal 16 februari 2015 ada sesuatu yang membasahi harapan dari tanggal 11 agustus 2014, kemarau 7 bulan terbasahi dengan gerimis sekejap. rasanya sungguh membuat lemas, seakan-akan tulang di tubuh ini rontok hanya dalam hitungan detik. seperti mendapat undangan dari kamu untuk kedua kalinya, iya kamuu.... 

+62812200801xx PTP. Nusantara VIII PN8-1054 ZAHARUDIN Diberitahukan bahwa saudara dinyatakan Tidak Lulus seleksi. terimakasih atas partisipasi anda. 

hape bergetar dua kali tepat pada pukul 17.26.18, mengabarkan bahwa PTPN VIII tidak berhak menerima pengabdian saya, Alamakjaaang... mau gimana lagi, mereka sudah menutup kesempatan punya sinder terbaik ini, ya sudahlah. mau di katakan apa lagi, ini sudah catatatan takdir yang mengering di lauhil mahfudz sana, khusnudzon saya adalah Allah faham saya nda boleh kerja di kebun lagi mbok saya berbuat yang macem-macem lagi dan Allah sudah menyiapkan lahan garapan lain yang 10 kali lipat lebih baik di depan sana. di mana? ya, di dinginnya sepertiga malam dan di hangatnya hamparan sajadah. satu kata bijak yang saya ingat adalah janganlah keringnya aliran sungai membuat kita lupa akan derasnya deburan ombak di laut. 


sip, kapal plat merah sudah terbakar, tinggal nyari di antara dua pilihan mencari kapal lain atau mulai membuat kapal sendiri walau kecil tapi sayalah kaptennya, maka dengan ini Insya Allah 3 hari ke depan saya berpuasa nadzar untuk di beri ilham oleh Allah bagaimana baiknya saya ke depan. kalau untuk kapal baru sudah ada beberapa tawaran lagi, tapi inginnya hati membuat kapal sendiri. semoga Allah mengilhami saya apa-apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mengeruk jatah rezeki saya dan menjadi pipa rezeki bagi orang lain di sekitar saya... 

saya tahu artikel ini ga ada yang baca, tapi kalau ada yang kebetulan baca saya mohon bantuan doa nya juga yaaa... 


Sabtu, 14 Februari 2015

#VangantineDay

          Poster ini sekilas mirip poster partai pemenang pemilu 2014, seperti asli nya jargon HEBAT membuat mereka lebih eyecatching... mereka di sini adalah Nikah dan PDI P nya. di era #VangantineDay sedang jadi trending topic macam sekarang, memang iklan seperti ini perlu di share kan  secara gencar oleh aktivis keIslaman pada socmed mereka. tujuannya sangat jelas yaitu membendung budaya paganisme berpenumpang gelap kapitalisasi cinta. -- sedikit mirip viky 29 my age. valentine yang awalnya sudah jauh dari islam di tambah lagi penyedap materialisme maka tambah tidak sedaap rasanya kalau di santap para pemuda muslim. makanya para alim ulama ( yang bukan liberal lho ) tegas dan jelas tidak berkompromi dalam hal ini. 

sebenarnya hari macam ini kan cuma di gunakan buat promo lapak para juragan coklat, juragan kondom, juragan musik biar produknya pada laku, cuman ga polostomo langsung teriak-teriak kaya di pasar biar pada beli. mereka sewa para calo ( agen) untuk meramaikan perayaan ini, yang secara halus di sisipi jualan mereka. lhah wong pada jaman awal-mulanya valentinan ga ada tuh kondom, coklat apalagi dvd, maka jelas banget kan tujuan di populerkannya valentinan, yaitu DUIT. 

daripada valentinan ya mending vangantinan, tapi bagi yang sudah mampu. kalau belum mampu ya lebih baik di rutinkan puasa, itung-itung sekalian diet hehehe... kalo bagi saya keduanya masih terlalu melangit, yang satu sumber dosa dan yang satunya belum ada sumber dana :). kalo belum mampu menikah ya minimal jangan gangguin atau PHP in anak orang dulu, mesakke mbok mbesuk anak keturunan kita di perlakukan begitu juga... perbaiki dulu sembari nyari dan ngumpulin pitis buat mboyong anak pak haji, walau dalam rukun nikah ga ada syarat kudu punya pekerjaan tapi ya kita juga harus meyakinkan pak mertua bahwa anak yang akan kita boyong bisa hidup -- minimal sederahana-- tanpa bantuannya lagi. kalau saya sendiri sih, rencananya kalau beneran keterima jadi sinder di ptpn 8 jabar, insya Allah ga berselang lama dari itu mau ngirim proposal ke murrabi, ben ndang rabi :) 

Selasa, 03 Februari 2015

teman hari minggu


bahagia rasanya kalau di tipi liat muka-muka sosok mereka ketika hari minggu, tapi itu duluu... sekarang mah anak-anak pada goyang dumang di secetipi, goyang kucek-kucek di recetipi dan ngegosipin parat ampas di indosyiar