Ada yang Allah Ta’ala cabut nikmat-Nya secara tiba-tiba. Yang semula perkasa, tiba-tiba terkulai tak berdaya. Yang awalnya berjaya, terpuruk hingga ke titik yang amat memilukan.
Badan tegap sehat, tiba-tiba koma dan layu tanpa sempat bertaubat. Ia sakit, tapi tak mengurangi dosanya bersebab sakit itu merupakan murka-Nya. Yang demikian ini adalah seburuk-buruk sakit. Derita di badan, tak menjadi keberuntungan di akhirat. Ia sakit, tapi tak mampu mengamalkan sabar karena kesadarannya sudah hilang. Lebih menyedihkan lagi kalau koma yang ia alami adalah sakaratul maut panjang semisal Ariel Sharon.
Maka, kita memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari hal-hal yang demikian. Kita berdo’a kepada-Nya:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala murka-Mu." Do’a dari hadis shahih riwayat Muslim.
Kalaulah kita ditimpa sakit, meski kita tak mengingini, hingga menyebabkan tak sanggup berjalan atau bahkan koma (na’udzubillahi min dzaalik), kita berharap itu adalah sakit yang membersihkan dosa bersebab kita ridha terhadap apa yang ditakdirkan-Nya.
Selebihnya, atas nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepada kita, tampakkanlah selagi mungkin. Bukan untuk bersombong, bukan pula untuk riya’, tapi dalam rangka mengagungkan-Nya.
Rasulullah shallaLlahu ’alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ
"Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat-Nya pada hamba-Nya." (HR Tirmidzi).
Semoga kita dapat mengambil pelajaran. Semoga kita tak lalai meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar