kutipan sebagian dari nasihat KH. Amin Mustholih
(di sampaikan pada acara akad nikah temen sholeh masa SMA saya Arif Muhsin vs Tri Rahayu )
karena
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Dalam mengarungi kehidupan di
dunia, pada dasarnya manusia harus bertujuan kepada kehidupan nanti di akhirat. namun karena banyaknya godaan dalam
menjalani hidup, kebanyakan manusia lupa kalau ada kehidupan setelah kematian.
Godaan demi godaan akan selalu ada, baik dia orang baik maupun orang jahat.
Godaan itu memang sengaja di lancarkan oleh syetan, sesuai dengan janji mereka
kepada gusti Allah. Iblis meminta di tangguhkan kematiannya dengan bertujuan
akan menggoda anak adam sampai mengikuti iblis seluruhnya. Dan senjata ampuh iblis
dan merupakan kelemahan utama manusia adalah nafsu. Orang kaya dengan nafsunya
menjadi serakah dan kikir sehingga lalai berzakat, infak dan shodaqoh. Orang
miskin dengan nafsunya menjadi lupa kalah sabar dan nerima ( qanaah ) adalah
kunci kebahagiaannya. Orang bodoh dengan nafsu nya menjadi malas untuk
mempelajari ilmu, sedang orang pintar dengan nafsunya menjadi orang yang merasa
paling benar dan tidak mau di sanggah maupun di kritik.
Seperti
dalam surat al insyiroh ayat 5-6 gusti Allah sudah memberi ilmunya kepada kita
yaitu Sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Pada ayat
ini Allah memberi sedikit bocoran kepada kita semua bahwa kalau kita ingin
sukses, ya kita kudu mengalami kesusahan dulu. Perlu kita renungkan, kalau
misalnya kita ingin makan pindang ikan, kita kudu nyarinya ikannya dulu, bisa
pergi mancing menjala ikan atau beli ke pasar. Kemudian menyiapkan
bumbu-bumbunya, kemudian membersihkan ikannya, kemudian nguleg bumbunya, baru di
masak. Apa ikannya bisa langsung di makan? Belum, kita perlu nunggu dingin dulu
ikannya. Apa iya kita mau nekad makan ikan yang baru di kukus langsung
panas-panas? Bisa-bisa lidah kita nyoplok,
bukan nikmat malah sengsara. Sebelum memakanya kita perlu ambil piring dulu,
cuci tangan dan berdoa barulah di makan. Kira-kira nih lama makan ikannya apa
lamaan nyiapin makananya?? Lebih nikmat ketika makannya apa ketika menyiapkan
makanannya? Ya seperti itulah namanya kemudahan setelah kesusahan, gusti Allah
menghendaki kita bersusah-payah dan berlelah-lelah di dunia untuk menerima
bayaran berupa surga di akhirat.
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan. Orang yang mampu cape dan totalitas dalam beribadah dunia
dia lah yang akan menerima bayaran Allah berupa syurga. Akan tetapi, tidak
semua manusia mampu melakukannya. Nah ada rahasia, cara mudah untuk bisa
mencapai level totalitas dalam beribadah yaitu mengarahkan atau membelokkan
hawa nafsu kita hanya kepada Allah. Istilahnya mujahadatunnafs, yaitu berjuang melawan hawa nafsu. Andai kata
segala tindakan kita dalam berkehidupan sehari-hari selalau bisa mengendalikan
hawa nafsu kita, insya Allah kita akan menjadi orang yang sukses dunia dan
akhirat. Orang yang kaya yang bisa mengendalikan nafsunya kemudian dia bisa
menjadi orang kaya yang dermawan, yang rajin bershodaqoh dan tidak lupa
berzakat insya Allah bisa menjadi jalan mengurangi kemiskinan. Orang miskin
yang bisa mengalahkan hawa nafsunya bisa sabar dan nerima segala yang di ujikan
kepadanya, tidak ada lagi orang yang dengan pede mengaku-aku miskin hanya demi
rupiah yang tidak seberapa, orang bodoh yang bisa mengatur hawa nafsunya bisa
menjadi orang yang rendah hati mau belajar dengan tekun menutupi kelemahannya
dan orang pandai yang cerdas menata hawa nafsunya bisa menjadi orang yang bijak
lagi dalam menghadapi permaaslahanya.
Kembali ke
surat alam nashroh, dalam 2 ayat ini pun Allah telah memberi kode kepada kita
semua, kalau kita menginginkan sesuatu kebahagiaan apapun itu kita maka kita
kudu melakukan pengorabanan terlebih dulu yang setimpal dengan kebahagiaan yang
kita harapkan. Jangan berharap banyak kalau kita hanya Cuma leyeh-leyeh dan
tidak ada sesuatu yang luar biasa kita lakukan. Dan bijaklah dalam mengelola
hawa nafsu, siapa yang bisa mengendalikannya dia akan sukses, akan tetapi dia
yang menjadi budaknya dia hanya mendapatkan fatamorgana dunia yang berujung
pada kesulitan di dunia dan akhirat. Kalau ga percaya ya silahkan di coba dulu,
contohnya orang yang terbiasa melampiaskan hawa nafsunya dengan mabuk-mabukan
dalam anggapan dirinya dia itu keliatan keren, jantan dan jagoan. Tapi menurut
penglihatan manusia waras, dia itu sedang merusak dirinya sendiri. Begitulah
syetan selalu menjanjikan keindahan, akan tetapi aslinya adalah kehancuran.
Sepeti orang keselong* apa yang di
lihatnya adalah keindahan dan kenikmatan akan tetapi aslinya adalah keburukan,
seperti melihat sepiring nasi putih lengkap dengan lauk pauknya tapi jebule
tlepong (kotoran kuda) kalau pas lagi keselong ya itu enak di makan, coba kalau
pas waras mau ga dia memakannya??
*keselong:
-mitos orang jawa jaman dulu- istilah bagi orang yang tersesat karena di jebak
syetan, ketika dalam keadaan terselong orang akan merasakan berada suatu dunia
lain yang berisi kenikmatan, padahal pada kenyataan dia sedang berada di dalam
cengkraman syetan di suatu tempat biasanya berupa makam, pohon besar atau gua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar