Senin, 12 Januari 2015

Paradoksal Abu Bakar dan Umar

Dari dulu saya sebenarnya bertanya-tanya, mengapa kisah hidup Abu Bakar jauh lebih sedikit yang kita temukan daripada kisah Umar?
Lalu, tiap membaca kisah mereka dari hadist, ada sensasi aneh dan unik yang muncul. Misalnya, saat kita membaca kisah Umar, beliau selalu tampil sebagai seorang yang kuat, tegas, dan cenderung keras.
Abu Bakar sebalknya, tidak menonjol dan tidak mau menonjol. Abu Bakar selalu meringkuk di pojokan dan tidak nyaman jika diminta tampil. Namun, saat ia tampil, jawaban dan tindakan-tindakannya membelalakkan mata.
Abu Bakar jelas adalah seorang phlegmatis murni. Jika ia tak harus muncul, ia takkan mau muncul. Ketika harus muncul, Abu Bakar pun bicara dengan kerendahan hati luar biasa. Kata-katanya singkat, tindak-tanduknya mencerminkan “siapa sih saya, bukan apa-apa”. Wajahnya merah saat dipuji. Ia tidak suka dipuji. Gambaran fisiknya pun makin menguatkan asumsi itu, “kurus, tinggi, berkulit putih, terlihat ringkih, agak bungkuk, berjenggot putih, dan pendiam”, begitu gambaran umum fisik Abu Bakar.
Abu Bakar beramal dalam diam, tapi amalnya luar biasa. Amalnya adalah yang terbaik. Hanya beberapa amal yang sempat Umar pergoki. Namun, saat Umar berhasil “menangkap basah”, ia hanya bisa kicep melihat kualitas amal Abu Bakar.
"Sungguh, engkau telah membuat kesulitan tiap pemimpin yang menggantikanmu, wahai Abu Bakar", keluh Umar. Umar memberikan pernyataan itu saat memergoki Abu Bakar tiap pagi datang ke rumah janda tua di pinggir Makkah. Abu Bakar memberishkan rumah janda tersebut dan memasakkan makanan untuknya. Ia mengurus janda itu tiap hari. Padahal, saat itu Abu Bakar adalah khalifah.
Begitu pula saat Nabi bertanya kala bincang setelah subuh. Saat ditanya siapa yang hari ini sudah bersedekah, menengok orang sakit, dan bertakziyah, tak ada satupun sahabat yang sudah melakukannya kecuali Abu Bakar. Ia mengangkat tangan, mengaku dalam malu, sementara sahabat lain terbengong.
Abu Bakar, jangan main-main. Masih jam 5 pagi dan Anda sudah bertakziyah, bersedekah, dan menjenguk orang sakit? Seperti apa Anda menjalani hari-hari Anda? Jam berapa Anda bangun? Dan Anda malu-malu dalam mengaku kepada nabi? Duh, apalah kami dibandingkan Anda.
Dengan karakter Abu Bakar yang seperti itu, wajar saja tak banyak kisah yang kita dapatkan.
Umar, dalam berbagai segi, adalah kebalikan Abu Bakar. Umar adalah potret sejati dari karakter Koleris murni. Keras, tegas, raksasa, pemaksa, dan cenderung keras. Fisik Umar digambarkan sebagai, “tinggi-besar, berotot, botak, keras, kasar, pandangan matanya tajam, garang - semua orang takut padanya”.
Kata-kata khas yang ia pakai kadang mirip preman pasar, “penggal saja!”, “aku akan membunuhmu!”, “kita harus melawan mereka!”, “wahai Rasululah, kenapa kita harus takut kepada Quraisy?”
Kenyataannya, Umar memang mantan preman pasar Ukazh. Sebelum masuk Islam, ia adalah tukang berkelahi dan jagoan Ukazh.
Sikapnya yang berani mengambil resiko memang luar biasa. Dan seperti karakter Koleris lainnya, kita melihat seorang yang menonjol. Koleris banyak sekali mengambil inisiatif untuk perubahan - dan bagi mereka, itu adalah sesuatu yang biasa mereka lakukan. Saat kau menginginkan ketenangan, panggil phlegmatis. Namun, saat kau merasa buntu, panggil Koleris. Koleris akan memecahkan kebuntuan-kebuntuanmu dengan cepat.
Dan itu pula yang dilakukan Umar. Saat jamaah muslim ketakutan di Makkah, Umar mengajak mereka berthawaf dan sholat di Ka’bah. Saat muslim yang lain hijrah diam-diam dalam malam, cuma Umar seorang yang menenteng pedang di bahunya sambil berteriak menantang di siang bolong, “Bagi yang mau menghadang aku untuk hijrah, silahkan!” Tak ada satupun orang yang menghadang Umar.
Makanya, dengan karakter Umar yang seperti itu, kisah tentang Umar membanjiri sirah nabawiyah Islam. Tidak heran.
Namun, ada satu hal yang unik, dan ini membuat kekaguman saya bertambah-tambah. Saat memilih pemimpin di Tsaqifah, mereka tidak memilih pemimpin yang menonjol. Mereka memilih pemimpin yang terbaik.
Abad 21 adalah abad ekstrovert. Saya yakin, andaikata ada pemilihan pemimpin antara Abu Bakar dan Umar tahun 2015 ini, Umar lah yang akan menang. Abad ini, orang yang lebih menonjol, lebih banyak berbicara, lebih banyak mengambil inisiatif, dia lah yang dipandang lebih baik. Setidaknya begitulah kata Susan Cain dalam bukunya Quiet. Pernahkah kamu berada dalam ruangan dan terpesona oleh orang yang banyak bicara dan aktif memberi ide, tapi kemudian kecewa karena ia tak bisa memimpin tim dan memberi hasil yang diharapkan?
Padahal, kepemimpinan bukan diukur dari seberapa baik ia bicara di depan publik. Ia bukan diukur dari keberaniannya untuk berorasi di depan orang-orang. Gandhi bukanlah orang yang jago pidato. King George X dari Inggris pun gagap saat coba bicara di depan rakyatnya (dan kemudian dibuatlah film King’s Speech untuk memotret fenomena itu).
Kepemimpinan, menurut saya, adalah lebih pada kemampuan membawa orang yang dipimpin untuk sampai ke tujuan. Jika demi sampai ke tujuan si pemimpin harus bagus bicara di depan publik ya bisa jadi. Tapi bukan itu fokusnya. 
Makanya, ketika Utsman menjadi khalifah, ia jarang sekali pidato. Dan sekalinya pidato, ia cuma berpidato begini, “Sesungguhnya pemimpin yang terbaik adalah yang paling banyak kerjanya, bukan yang paling banyak bicaranya”. Lalu ia turun dari mimbar, meninggalkan jamaah muslimin yang bengong.
Peristiwa Tsaqifah - pemilihan pemimpin setelah wafatnya Nabi - tiba. Dari sinilah saya melihat cerminan karakter Abu Bakar dan Umar dengan sangat jelas dan kontras.
Abu Bakar dengan karakter phlegmatisnya benci tampil menonjol. Sebagai phlegmatis, Abu Bakar berpikir ia bukan apa-apa. Ia tak mau orang memandang dirinya. Kalau bisa, ia selalu ingin di pojokan saja.
Namun, hari ini berbeda. Situasi Tsaqifah sangat panas dan perlu keputusan. Walaupun Abu Bakar tak suka menjadi pusat perhatian, akhirnya ia maju dan memberikan usul. Ia meminta hadirin memilih antara Umar dan Abu Ubaidah sebagai pemimpin. Dalam kondisi biasa, kawan, seorang phlegmatis tak mau menonjol, tak mau memimpin. Namun, dalam kondisi terdesak dan kritis, saat ia melihat ia harus memimpin dan tak ada orang lain yang bisa, ia akan (terpaksa) tampil.
Dan di sinilah briliannya Umar. Ia tahu ia lebih menonjol dibanding Abu Bakar. Perawakannya lebih meyakinkan daripada Abu Bakar. FYI, menurut riset, orang dengan karakteristik tubuh tinggi besar dan kelihatan tegas lebih didambakan untuk menjadi pemimpin dibanding orang yang perawakannya kecil dan terlihat tidak tegas. Dan, tebak, kalau Umar memilih mengangkat diri menjadi pemimpin, takkan ada yang protes. Umar memang layak!
Tapi Umar menolak.
Ia tahu secara perawakan dan kasat mata, ia lah yang lebih cocok menjadi pemimpin. Tapi soal manusia terbaik, Abu Bakar lah orangnya. Saat itu adalah saat krisis, secara logika Koleris lah yang perlu mengambil alih. Tapi tidak, ia yang perawakannya “kurus dan ringkih” itulah yang dipilih sebagai pemimpin. Sang phlegmatis murni.
Selanjutnya adalah kisah tentang paradoksal. Abu Bakar yang dikenal pendiam dan tidak menonjol langsung tampil menjadi pemimpin yang luar biasa tegas, bahkan mengalahkan ketegasan Umar.
Saat Umar protes mengapa Abu Bakar memerangi kaum yang tidak membayar zakat, Abu Bakar balik menghardik Umar bahwa mereka memang harus diperangi. Saat Umar memprotes bahwa pasukan Usamah harus mundur, Abu Bakar menghardik Umar bahwa ia takkan menghentikan apa yang telah diperintahkan Rasulullah.
Ya, inti kepemimpinan adalah soal kemampuan membawa orang yang dipimpin demi mencapai tujuan. Dan Abu Bakar jelas orang yang paling memiliki kompeten di bidang itu. Maka, ketika dihadapkan sebuah tanggung jawab kepemimpinan, seorang phlegmatis akan mentransformasikan dirinya menjadi seorang -yang kadang- jauh berbeda. Seorang phlegmatis memang tak suka muncul, tapi ketika ia harus muncul, maka ia akan muncul.
Abu Bakar dan Umar. Kedua orang ini selalu saya pelajari kisah hidupnya dengan pendalaman yang jauh lebih mendalam dibanding kisah sahabat yang lain. Bagi saya, mereka adalah kisah persahabatan paradoks sekaligus unik luar biasa. Radiallahu Anhu (semoga Allah ridha kepada mereka)
Akhir kata, saya cuma bisa mengutip syair Imam Syafii untuk mengakhiri tulisan ini,
"Ya Allah, tempatkanlah aku bersama orang-orang saleh walaupun aku bukan termasuk bagian dari mereka"


 sumber
rasanya ingin sangat, kaki ini di perjalankan ke mekkah.... 



semoga di tahun ini bisa di undang sama Allah ke rumah beliau... 

Sabtu, 10 Januari 2015

menanti rezeki

Adriano Rusfi

Senantiasa meributkan rejeki yang hadir lewat sebuah slip gaji adalah mengkhianati sebuah takdir bahwa Allah lah pemilik karunia di langit dan di bumi. Dia lah yang menakar rejeki, bukan sebuah institusi.

Terkadang tempat berikhtiar dan tempat turunnya rejeki adalah dua lokasi yang berbeda. Ya, seperti Ibunda Hajar yang berikhtiar di bukit Shafa-Marwah, tapi rejekinya Allah turunkan di lembah Makkah.

Maka, berikhtiarlah, bangunlah kompetensi, penuhi syarat-syarat turunnya rejeki, tunaikan hak-hak Allah, dan tuntutlah hak-hak kita. Selanjutnya adalah bersyukur, karena Allah tak pernah aniaya.

Jumat, 09 Januari 2015

taujih Anis Matta: Bisnis dan Infaq

ustadz Wahid Ahmadi

        Rajinlah berinfaq walaupun kita miskin. Supaya antum tetap mengganggap uang itu kecil dan supaya tidak ada angka besar dalam fikiran kita. Misalnya kita punya tabungan 10 juta, infaqkan. Supaya antum yakin bahwa ada yang lebih besar dari ini. Jadi angka itu terus bertambah di kepala kita, walaupun dalam kenyataannya belum. Cara Berinfaq seperti di atas, akan memperbaiki cita rasa kita tentang angka. Bukan sekadar dapat pahala, tetapi efek tarbawinya bagi kita akan bertambah terus. Kita belum pernah merasakan bagaimana menginfaqkan mobil, sekali waktu kita berusaha untuk menginfaqkan mobil. RASAKAN SENSASINYA. Jika antum punya uang sedikit terus berinfaq, teruslah seperti itu, smpi antum bs menganggap uang besar adl kecil saat berinfak.
        Mulailah melakukan bisnis real. Saya juga ingin menasehati ikhwah-ikhwah yang sudah jadi anggota DPR dan DPRD, jangan mengandalkan mata pencaharian dari gaji DPR dan DPRD. Itu bahaya. Sebab belum tentu kader dan partai menunjuk kita lagi sebagai anggota dewan, padahal gaya hidup sudah berubah. Anak-anak kita kalau kenalan dengan orang, bapak saya anggota dewan padahal itu hanya sirkulasi. Jadi setiap kali kita mendapatkan pendapatan dari gaji karena pekerjaan seperti ini, kita-harus hati-hati itu bahaya. Jadi pendapatan paling bagus itu tetap dari bisnis. Oleh karena itu, mulai sekarang itu belajarlah terjun ke dunia bisnis. Jatuh bangun waktu bisnis tidak ada masalah, teruslah saja belajar. Tidak ada juga orang langsung jadi kaya. Yang antum perlu terus berbisnis. Begitu juga dengan para ustadz, teruslah bisnis. Begitu juga dengan seluruh pengurus DPW-DPD dan seterusnya. Teruslah berbisnis. Lakukan bisnis sendiri. Sesibuk-sibukny­­a kita, kita perlu mempunyai bisnis sendiri sekecil-kecilny­­a. Tidak boleh tidak. Itulah sumber rezeki yang sebenarnya. Kalau antum mau kaya sumbernya adalah dagang. Rezeki itu datangnya dari 10 pintu, 9 pintu datangnya dari pedagang dan hanya 1 pintu untuk yang bekerja dengan keterampilan tangannya, yaitu para professional.
       Sepintar-pintarnya orang dan seprofesional apapun orang bekerja, kalau sumber rezekinya hanya satu, maka uangnya akan terbatas. Anggota DPR pun, jika sumbernya satu, yakni gaji bulanan, itu hanya 5 tahun. Itu pun kalau tidak di PAW sebelumnya. Jadi kalau saya ketemu dengan ikhwah dari dewan, hari-hati jangan sampai mengandalkan mata pencaharian dari situ. Selain itu potongan dari DPP, DPW, DPD juga besar. Untuk ma’isyah sendiri kita harus cari di sumber lain.
          Waktu kita terjun ke bisnis, kita mungkin bisa gagal. Gagal pertama, gagal kedua, gagal ketiga, gagal keempat tapi teruslah jangan pernah putus asa. Saya punya partner bisnis. Dia mulai bisnis umur 16 tahun, semua jenis pekerjaan sudah dia lakukan. Pada suatu waktu dia mempunyai 38 perusahaan tapi dari 38 perusahaan ini hanya 6 yang menghasilkan uang, Kita lihat berapa ruginya. Jadi seringkali kita salah pandang terhadap orang kaya. Kita pikir tangannya tangan dingin semua yang disentuh jadi uang. Ternyata tidak juga.
         Jadi hal-hal seperti itu harus kita hadapi secara wajar jangan shock kalau rugi. Jangan berfikir dengan berdagang antum akan cepat jadi kaya, yang menentukan antum cepat berhasil dalam dagang itu adalah secepat apa antum belajar. Cara belajar itu ada dua: baca buku atau sekolah atau bergaul dengan orang-orang sukses, nanti kalau sudah baca buku sudah bergaul dengan orang sukses, masih gagal juga. Teruslah berdagang, teruslah-bergau­­l, teruslah seperti itu karena setiap orang tidak tahu kapan saatnya dia ketemu dengan momentum lompatannya.

Kamis, 08 Januari 2015

ojo kakean gaya :)


rupa bidadari syurga

         "Jika anda bertanya tentang mempelai wanita dan istri-istri penduduk surga, maka mereka adalah gadis-gadis remaja yang montok dan sebaya. Pada diri mereka mengalir darah muda, pipi mereka halus dan segar bagaikan bunga dan apel, dada mereka kencang dan bundar bagai delima, gigi mereka bagaikan intan mutu manikam, keindahan dan kelembutan mereka selalu menjadi kerubutan. Elok wajahnya bagaikan terangnya matahari, kilauan cahaya terpancar dari gigi-giginya dikala tersenyum. Jika anda dapatkan cintanya, maka katakan semau anda tentang dua cinta yang bertaut. Jika anda mengajaknya berbincang (tentu anda begitu berbunga), bagaimana pula rasanya jika pembicaraan itu antara dua kekasih (yang penuh rayu, canda dan pujian). Keindahan wajahnya terlihat sepenuh pipi, seakan-akan anda melihat ke cermin yang bersih mengkilat (maksudnya, menggambarkan persamaan antara keindahan paras bidadari dengan cermin yang bersih berkilau setelah dicuci dan dibersihkan, sehingga tampak jelas keindahan dan kecantikan). Bagian dalam betisnya bisa terlihat dari luar, seakan tidak terhalangi oleh kulit, tulang maupun perhiasannya.

         Andaikan ia tampil (muncul) di dunia, niscaya seisi bumi dari barat hingga timur akan mencium wanginya, dan setiap lisan makhluk hidup akan mengucapkan tahlil, tasbih, dan takbir karena terperangah dan terpesona. Dan niscaya antara dua ufuk akan menjadi indah berseri berhias dengannya. Setiap mata akan menjadi buta, sinar mentari akan pudar sebagaimana matahari mengalahkan sinar bintang. Pasti semua yang melihatnya di seluruh muka bumi akan beriman kepada Allah Yang Maha hidup lagi Maha Qayyum (Tegak lagi Menegakkan). Kerudung di kepalanya lebih baik daripada dunia seisinya. Hasratnya terhadap suami melebihi semua keinginan dan cita-citanya. Tiada hari berlalu melainkan akan semakin menambah keindahan dan kecantikan dirinya. Tiada jarak yang ditempuh melainkan semakin menambah rasa cinta dan hasratnya. Bidadari adalah gadis yang dibebaskan dari kehamilan, melahirkan, haidh dan nifas, disucikan dari ingus, ludah, air seni, dan air tinja, serta semua kotoran.

         Masa remajanya tidak akan sirna, keindahan pakaiannya tidak akan usang, kecantikannya tidak akan memudar, hasrat dan nafsunya tidak akan melemah, pandangan matanya hanya tertuju kepada suami, sekali-kali tidak menginginkan yang lain. Begitu pula suami akan selalu tertuju padanya. Bidadarinya adalah puncak dari angan-angan dan nafsunya. Jika ia melihat kepadanya, maka bidadarinya akan membahagiakan dirinya. Jika ia minta kepadanya pasti akan dituruti. Apabila ia tidak di tempat, maka ia akan menjaganya. Suaminya senantiasa dalam dirinya, di manapun berada. Suaminya adalah puncak dari angan-angan dan rasa damainya.

         Di samping itu, bidadari ini tidak pernah dijamah sebelumnya, baik oleh bangsa manusia maupun bangsa jin. Setiap kali suami memandangnya maka rasa senang dan suka cita akan memenuhi rongga dadanya. Setiap kali ia ajak bicara maka keindahan intan mutu manikam akan memenuhi pendengarannya. Jika ia muncul maka seisi istana dan tiap kamar di dalamnya akan dipenuhi cahaya.
Jika anda bertanya tentang usianya, maka mereka adalah gadis-gadis remaja yang sebaya dan sedang ranum-ranumnya.

Jika anda bertanya tentang keelokan wajahnya, maka apakah anda telah melihat eloknya matahari dan bulan?!

Jika anda bertanya tentang hitam matanya, maka ia adalah sebaik-baik yang anda saksikan, mata yang putih bersih dengan bulatan hitam bola mata yang begitu pekat menawan.

Jika anda bertanya tentang bentuk fisiknya, maka apakah anda pernah melihat ranting pohon yang paling indah yang pernah anda temukan?

Jika anda bertanya tentang warna kulitnya, maka cerahnya bagaikan batu rubi dan marjan.

Jika anda bertanya tentang elok budinya, maka mereka adalah gadis-gadis yang sangat baik penuh kebajikan, yang menggabungkan antara keindahan wajah dan kesopanan. Maka merekapun dianugerahi kecantikan luar dan dalam. Mereka adalah kebahagiaan jiwa dan penghias mata.

Jika anda bertanya tentang baiknya pergaulan dan pelayanan mereka, maka tidak ada lagi kelezatan selainnya. Mereka adalah gadis-gadis yang sangat dicintai suami karena kebaktian dan pelayanannya yang paripurna, yang hidup seirama dengan suami penuh pesona harmoni dan asmara .

Apa yang anda katakan apabila seorang gadis tertawa di depan suaminya maka sorga yang indah itu menjadi bersinar? Apabila ia berpindah dari satu istana ke istana lainnya, anda akan mengatakan: "Ini matahari yang berpindah-pindah di antara garis edarnya." Apabila ia bercanda, kejar mengejar dengan suami, duhai… alangkah indahnya…!! (dari kitab Hadil Arwah Ila Biladil Afrah (h.359-360)

Rabu, 07 Januari 2015

berpikir sederhana memecahkan masalah luar biasa


      Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini :

1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

* Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.*

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

* Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?.
Mereka menggunakan pensil!.*

3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

*Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".*

----- Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut *KISS (Keep It Simple Stupid*), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

menemukanmu

Buat perempuan itu, ada perasaan yang lebih hebat daripada menemukan. Yaitu ditemukan. Entah di mana pun itu.

- Kurniawan Gunadi 

Selasa, 06 Januari 2015

sekilas tentang saya

          Artikel ini di buat bukan sedang dalam rangka narsis atau mau nyerahin proposal ke murrabi, cuma mau buat biodata lengkap aja siapa tau ada yang membutuhkan dan ane ga perlu jelasin panjang lebar cukup ane kasih link halaman ini:

NAMA LENGKAP   : ZAHARUDIN S.P.
NAMA                      : jay, zaha, zahar, bang zahar
TTL                           : CILACAP , 25 MARET 1989
ALAMAT                 : Karanganyar RT 03/04 Wanareja 53265 KAB. CILACAP JAWA TENGAH

NO HP                       : 081226600117 / 081347287313
Email                         : zaharudin37@gmail.com
Twitter                       : @bangzahar
Fb                              : zaharudin
Tumblr                      : zaharisme 
line, instagram, path  : belum buat
BBM dan WA           : untuk sementara masih di rahasiakan


PENGALAMAN ORGANISASI :

Sekjend II FOREMA SMA 1 MAJENANG 2006
Staff Kewirasuhaan GAMAIS 2008
Koordinator LSO MEDIA GAMAIS 2009
Kadept Humas Dan Media GAMAIS 2010
Kadept Humas KAMMI SOEDIRMAN 2009
Kadept Humas UKT FAPERTA 2009
Kadept Keilmiahan HIMALITAN 2009
Staff Dept Advokasi BEM UNSOED 2010
Staff Humas UKKI UNSOED 2011
Bendahara Umum DLM KBM UNSOED 2011
Direktur LSO Enterpreneur KAMMI DAERAH PURWOKERTO 2011-2012

PENGALAMAN PENDIDIKAN :

SDN LIMBANGAN 04 ( 1995-2001)
SMPN 1 MAJENANG (2001-2004)
SMAN 1 MAJENANG ( 2004- 2007)
Pemuliaan Tanaman Faperta UNSOED ( 2007-2012)

PENGALAMAN KERJA :

Guru TIK SMA Paket C RUMAH CENDEKIA PURWOKERTO ( Juni – September 2012 )
Asisten Agronomi PT EVANS INDONESIA Kutai Kartanegara KALTIM ( Oktober 2012 – Januari 2014 )
WIRAUSAHA ( JANUARI 2014 - .... )

HOBBY                         : Kuliner, Teavelling, Baca Buku
GOLONGAN DARAH  : O
BERAT BADAN           : 90
TINGGI BADAN          : 173

Olahraga Favorit           : Sepak Bola, Badminton, Futsal
Klub bola Favorit          : - Lokal        = PSCS Cilacap
                                        - Indonesia  = Persib Bandung
                                        - Eropa        = Internazionale Milano FC

            Nama saya Zaharudin. usia saya sudah 25 tahun, kalau kata orang sedang cocok-cocoknya buat menikah ( penginya ). Saya lahir dari lingkungan keluarga pedagang. Bapak saya bernama Ahmad Nurudin dan ibu Siti Rohayati yang keduanya adalah pedagang, saya mempunyai 2 saudara kandung dan satu orang saudara angkat. Saya anak pertama dan ke 3 adik saya adalah perempuan. Sifat saya sanguinis-korelis, sangat meledak-ledak dan cenderung ke arah tergesa-gesa. Suka asal perintah, kalau kata psikolog sih tipikal leader bukan manager. Saya selalu tertarik dengan kegiatan baru yang membuat diri saya tertantang, seperti mendaki gunung atau berpetualang menembus hutan belantara. Saya bisa dan terbiasa masak tapi kurang telaten untuk kegiatan seperti mencuci, setrika, menyapu dan kegiatan lain yang berhubungan dengan aktivitas rumah tangga. Secara keseluruhan, saya penyabar tapi biasanya terpancing untuk reaktif dalam menghadapi segala hal. Saya tipikal yang mudah bosan dan tidak suka hal yang bersifat rutinitas, kecuali yang benar-benar saya anggap penting untuk mencapai tujuan saya. Ambisius, suka becanda dan murah senyum. Suka membaca tapi belum termotivasi untuk membuat tulisan, padahal penginnya bisa menjadi penulis sekelas ahmad tohari atau lenggah mardiko. Suka kepada anak kecil, tetapi rata-rata anak kecil takut melihat saya hehehe...

            Salah satu kebiasaan kurang populer saya adalah menonton kartun, mungkin terlihat ke kanak-kanakan tapi saya menyukainya. Jenis Film lain yang saya suka adalah film fiksi ilmiah dan action mandarin. Selain itu saya termasuk penyuka olahraga sepak bola walau tidak cakap dalam memainkannya. Olahraga yang saya bisa memainkannya tapi tidak jago yaitu sepak bola, bola voli, badminton, berenang. tentu sebagai pemuda normal saya juga menyukai main Game, kalau sudah main PS kadang suka lupa segalanya. saya juga termasuk fans fanatik sepak bola terutamanya kalau sudah berkaitan dengan PERSIB Bandung atau InterMilan FC. 

                Sebagai manusia tentu saya punya banyak kekurangan. pertama, saya termasuk orang yang cuek dalam menanyakan kabar dan tidak peka pada beberapa hal seperti penampilan dkk. Pronounciation atau pengucapan saya sangat cepat dan kurang jelas sampai teman teman kadang susah untuk memahami kata yang saya ucapkan. Pada saat sisi melankolis saya muncul, saya jadi mudah nelangsa dan sensitif, dan saya menyendiri sampai sembuh dengan sendirinya. Kalau kata manager saya dulu, saya orangnya jujur dan disiplin kepada waktu akan tetapi ndableg susah untuk di rubah kalau sudah melakukan sesuatu yang menurut saya tepat walau menurut orang lain salah. Suka mutungan dan paling tidak suka di ganggu kalau sedang nonton film. Penakut tapi sering sok berani dalam menghadapi suatu permasalahan. Sering kena batunya gara-gara sifat yang satu ini. Punya rasa ingin tahu tinggi tapi terkadang gengsi untuk mencarinya.

             mungkin itu sedikit deskripsi tentang saya, kalau misalnya pengin lebih detail bisa hubungi saya ( #pede ) atau kalau mau lebih serius bisa langsung hubungi murrabi saya hehehe.. 


Kunci sukses meniti dunia untuk menyambut kebaikan akhirat

kutipan sebagian dari nasihat KH. Amin Mustholih
(di sampaikan pada acara akad nikah temen sholeh masa SMA saya Arif Muhsin vs Tri Rahayu ) 

karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Dalam mengarungi kehidupan di dunia, pada dasarnya manusia harus bertujuan kepada kehidupan nanti di  akhirat. namun karena banyaknya godaan dalam menjalani hidup, kebanyakan manusia lupa kalau ada kehidupan setelah kematian. Godaan demi godaan akan selalu ada, baik dia orang baik maupun orang jahat. Godaan itu memang sengaja di lancarkan oleh syetan, sesuai dengan janji mereka kepada gusti Allah. Iblis meminta di tangguhkan kematiannya dengan bertujuan akan menggoda anak adam sampai mengikuti iblis seluruhnya. Dan senjata ampuh iblis dan merupakan kelemahan utama manusia adalah nafsu. Orang kaya dengan nafsunya menjadi serakah dan kikir sehingga lalai berzakat, infak dan shodaqoh. Orang miskin dengan nafsunya menjadi lupa kalah sabar dan nerima ( qanaah ) adalah kunci kebahagiaannya. Orang bodoh dengan nafsu nya menjadi malas untuk mempelajari ilmu, sedang orang pintar dengan nafsunya menjadi orang yang merasa paling benar dan tidak mau di sanggah maupun di kritik.

Seperti dalam surat al insyiroh ayat 5-6 gusti Allah sudah memberi ilmunya kepada kita yaitu Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Pada ayat ini Allah memberi sedikit bocoran kepada kita semua bahwa kalau kita ingin sukses, ya kita kudu mengalami kesusahan dulu. Perlu kita renungkan, kalau misalnya kita ingin makan pindang ikan, kita kudu nyarinya ikannya dulu, bisa pergi mancing menjala ikan atau beli ke pasar. Kemudian menyiapkan bumbu-bumbunya, kemudian membersihkan ikannya, kemudian nguleg  bumbunya, baru di masak. Apa ikannya bisa langsung di makan? Belum, kita perlu nunggu dingin dulu ikannya. Apa iya kita mau nekad makan ikan yang baru di kukus langsung panas-panas? Bisa-bisa lidah kita nyoplok, bukan nikmat malah sengsara. Sebelum memakanya kita perlu ambil piring dulu, cuci tangan dan berdoa barulah di makan. Kira-kira nih lama makan ikannya apa lamaan nyiapin makananya?? Lebih nikmat ketika makannya apa ketika menyiapkan makanannya? Ya seperti itulah namanya kemudahan setelah kesusahan, gusti Allah menghendaki kita bersusah-payah dan berlelah-lelah di dunia untuk menerima bayaran berupa surga di akhirat.

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Orang yang mampu cape dan totalitas dalam beribadah dunia dia lah yang akan menerima bayaran Allah berupa syurga. Akan tetapi, tidak semua manusia mampu melakukannya. Nah ada rahasia, cara mudah untuk bisa mencapai level totalitas dalam beribadah yaitu mengarahkan atau membelokkan hawa nafsu kita hanya kepada Allah. Istilahnya mujahadatunnafs, yaitu berjuang melawan hawa nafsu. Andai kata segala tindakan kita dalam berkehidupan sehari-hari selalau bisa mengendalikan hawa nafsu kita, insya Allah kita akan menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat. Orang yang kaya yang bisa mengendalikan nafsunya kemudian dia bisa menjadi orang kaya yang dermawan, yang rajin bershodaqoh dan tidak lupa berzakat insya Allah bisa menjadi jalan mengurangi kemiskinan. Orang miskin yang bisa mengalahkan hawa nafsunya bisa sabar dan nerima segala yang di ujikan kepadanya, tidak ada lagi orang yang dengan pede mengaku-aku miskin hanya demi rupiah yang tidak seberapa, orang bodoh yang bisa mengatur hawa nafsunya bisa menjadi orang yang rendah hati mau belajar dengan tekun menutupi kelemahannya dan orang pandai yang cerdas menata hawa nafsunya bisa menjadi orang yang bijak lagi dalam menghadapi permaaslahanya.

Kembali ke surat alam nashroh, dalam 2 ayat ini pun Allah telah memberi kode kepada kita semua, kalau kita menginginkan sesuatu kebahagiaan apapun itu kita maka kita kudu melakukan pengorabanan terlebih dulu yang setimpal dengan kebahagiaan yang kita harapkan. Jangan berharap banyak kalau kita hanya Cuma leyeh-leyeh dan tidak ada sesuatu yang luar biasa kita lakukan. Dan bijaklah dalam mengelola hawa nafsu, siapa yang bisa mengendalikannya dia akan sukses, akan tetapi dia yang menjadi budaknya dia hanya mendapatkan fatamorgana dunia yang berujung pada kesulitan di dunia dan akhirat. Kalau ga percaya ya silahkan di coba dulu, contohnya orang yang terbiasa melampiaskan hawa nafsunya dengan mabuk-mabukan dalam anggapan dirinya dia itu keliatan keren, jantan dan jagoan. Tapi menurut penglihatan manusia waras, dia itu sedang merusak dirinya sendiri. Begitulah syetan selalu menjanjikan keindahan, akan tetapi aslinya adalah kehancuran. Sepeti orang keselong* apa yang di lihatnya adalah keindahan dan kenikmatan akan tetapi aslinya adalah keburukan, seperti melihat sepiring nasi putih lengkap dengan lauk pauknya tapi jebule tlepong (kotoran kuda) kalau pas lagi keselong ya itu enak di makan, coba kalau pas waras mau ga dia memakannya??

*keselong: -mitos orang jawa jaman dulu- istilah bagi orang yang tersesat karena di jebak syetan, ketika dalam keadaan terselong orang akan merasakan berada suatu dunia lain yang berisi kenikmatan, padahal pada kenyataan dia sedang berada di dalam cengkraman syetan di suatu tempat biasanya berupa makam, pohon besar atau gua.