Selasa, 11 Januari 2011

Sedikit ulah jail jari jemariku

Satu kata mungkin yang paling di benci oleh seorang sahabat adalah “perpisahan”. Tak ada yang lebih menyakitkan dari itu dan tak ada yang bisa merangsang diri untuk menangis tulus selain moment perpisahan.
Sesuatu yang tak mungkin dapat di hindari, sudah jadi ketentuan bagaiakan terbitnya mentari dari timur dan turunya air hujan ke bawah. Terlalu menyedihkan memang jika terlalu larut dalam perpisahan, apalagi muncul kemungkinan bahwa kita tidak akan bertemu lagi. Akan tetapi apakah tidak ada kebaikan di balik itu semua. Mungkin, untuk sementara logika kita tertutupi oleh perasaan kita. Sehingga semua pikiran sadar buntu, yang ada hanya kesedihan, kecemasan dan kegelisahan akan adanya fakta bahwa kita tidak akan bertemu kembali.  Tapi, jika kita mau sedikit legowo, bisa saja kesedihan itu hanya bertahan sebentar dalam benak kita. Ibarat seorang yang kehausan. Pada saat dia di beri minum untuk 1 gelas pertama kali dia akan sangat berbhagia, minum untuk ke dua kali dia bahagia. untuk ke tiga kalinya dia akan mulai terbiasa dan pada gelas ke 4 mungkin dia akan merasa biasa. Karena sudah terbiasa mengahadapi kepuasan terhadap air dan air itu sudah membasahi organ – organ yang tadinya membutuhkan pembasahan.
Seperti dalam hidup kita air itu adalah kesedihan kita, pada hari atau saat pertama kita di tinggalkan pasti akan muncul perasaan yang sangat. tapi seperti pada gelas ke 3 yang di mana kita sudah mulai terbiasa , perasaan pada manusia pun akan muncul hal demikian yaitu penawar diri atas kesedihan yang mendalam akibat perpisahan yaitu terbiasa. Pada realitanya kita di hadapkan atas 2 pilihan untuk menghadapi “sakit rasa” ini yaitu mempercepat “gelas ke 3” atau berlama-lama dengan gelas pertama. Mari kita renungkan atas keputusan kita. apapun keputusan anda, itulah pilihan anda. Selamat merenung dan mengambil keputusan. Jangan rugikan masa depan anda dengan berlarut-larut dalam kesedihan.
Selamat berpisah kawan, jangan lupakan sosok ini. Seseorang yang mungkin selalu membuat kalian marah atau jengkel. Tapi hati ini akan menyediakan ruang khusus untuk memenjarakan kenangan-kenangan kita. Takkan ku biarkan kalian hilang dari ingatanku. Oke!!! Bye-bye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar