Oleh: KH Rahmat Abdullah
Iman terhadap hari akhir
(kiamat) secara khusus diulang-ulang, baik dalam Alquran maupun Hadis. Kerap
penyebutan itu terkait dengan penguatan komitmen untuk melaksanakan sesuatu
atau untuk meninggalkan sesuatu. ''... jika berselisih tentang sesuatu,
hendaklah kalian kembalikan itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian benar-benar
beriman kepada Allah dan hari akhir... (Qs 4:59).
kaki-kaki mereka atas
segala yang mereka kerjakan.'' (Qs 36:65). Karenanya, rangkaian amal terkait
jenazah bukan hanya berdampak sosial, tetapi juga moral-spiritual.
Alquran berulang-ulang
mengantar harapan Rasulullah saw dan para sahabat jauh ke depan, bahwa
kemenangan sejati akan mereka capai di akhirat nanti.
Dengan iman terhadap hari
akhir, seorang pejuang tidak kenal putus asa. Apa dan berapa saja pengorbanan
di jalan Allah, ia sangat yakin akan catatan dan ganjarannya. Bahkan, Alquran
melarang mengatakan mujahid yang syahid di jalan Allah sebagai mati karena
mereka memang hidup (QS 2:154/ 3:169).
Demikianlah para rasul
dan para pengikut tidak merasakan kepedihan dalam perjuangan. Kalau wajah
seorang Yusuf AS, remaja yang tampan, telah membuat perempuan-perempuan di
Mesir mengiris-iris jari-jari mereka tanpa sadar, betapa keindahan surga dan
kepastian janji Allah telah membuat para pejuang di jalan-Nya sama sekali tidak
merasa rugi, kalah atau sia-sia. Sebaliknya, mereka yang menzalimi diri sendiri
atau sesama harus segera ingat bahwa ada batas usia bagi kehidupan dan ada
persidangan yang adil. Sesudah itu kebahagiaan atau kesengsaraan abadi.
Iman terhadap hari akhir
menyuburkan sikap tanggung jawab. Mereka yang dipuji-Nya sebagai orang-orang
yang ''... pagi dan petang bertasbih di rumah-rumah Allah'' adalah orang-orang
yang tidak terlalaikan oleh aktivitas perdagangan dan jual beli, dari mengingat
Allah, menegakkan shalat dan menunaikan shalat, ''Karena mereka takut akan hari
saat berguncang-guncangnya hati dan penglihatan... (Qs 24:37)
Iman ini juga
menghasilkan, memelihara, dan meningkatkan keikhlasan, keteguhan, dan semangat
juang. Keberanian, kesungguhan dan optimisme adalah ciri khas mereka yang
beriman kepada Allah dan hari akhir.
'Sesungguhnya yang akan
memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah
dan hari akhir, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat serta tidak takut
kepada siapa pun selain Allah ....'' (QS 9:18). Penyiksaan terhadap keluarga
Yasir RA sangat brutal, khususnya pembunuhan Sumayah, istri Yasir. Tak ada lagi
yang dapat dilakukan selain berdoa dan berharap. Keluarlah kata bersayap
Rasulullah, ''Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, tempat kalian berjumpa (esok)
di surga.''
Sangat menyentuh dan
membuat gairah takwa saat membaca atau mendengar ayat-ayat Hari Akhir,
''Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga)
dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka
oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang
yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Di akhir-akhir
malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Pada harta-harta mereka ada hak
untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.''
(Addzariyat: 14-19).
[Republika, Hikmah, 16
November 2002]
