Kamis, 04 November 2010

dahsyatnya energi shalat


by: dini iftita abidalowi         


         Berapa kali syetan mampu mengalahkanmu dalam sholat? Berapa sering syetan membuatmu lalai dalam shalat?  Berapa shalat yang sia-sia telah kau lakukan, karna kau tak menyadarinya? Atau berapa kali kau merasa berat melakukan shalat, setiap kali datang panggilan untuk shalat, Sedang kau menyambutnya dengan penuh kemalasan dan ketidakberdayaan?  sementara itu, syetan  lari sambil tertawa terbahak-bahak, karena merasa gembira telah memperdayamu dan mengalahkanmu…  Kalian mau diketawin sama syetan?!  ogah kan?! So, buru-buru tegakkan shalat ya!
    
               Renungi juga hadist berikut ini: “Amal pertama yang dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalan lainnya. Jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalan lainnya” (HR Thabarani). Nah loh, ternyata shalat adalah amalan yang pertama kali bakal dipertanggungjawabkan di hari kiamat nanti. So, jangan pernah ninggalin shalat yah! Karena dalam shalat ada kenikmatan-kenikmatan yang luar biasa  yang mampu menghantarkan kita pada pertemuan-pertemuan dengan Allah, Sang pemilik dan penguasa hati dan jiwa. Nabi Muhammad SAW saja, dengan perasaaan berseri-seri dan wajah bercahaya mengatakan “ Sesungguhnya allah telah menjadikan pelipur lara (pengobat) jiwaku dalam shalat”.  Apakah kalian tidak ingin merasakan hal yang sama yang dirasakan Nabi Muhammad?!
    
           Ibadah shalat adalah rangkaian gerakan dan posisi tubuh yang diciptakan Allah, Jadi Allah tahu persis dong “teraphy” yang paling cocok dan bermanfaat untuk tubuh manusia. Itulah shalat, sebuah rangkaian cara yang merupakan anugerah dari Allah untuk memperbaiki tubuh dan hati manusia, untuk kebahagiaan manusia.  Kenikmatan dalam takbiratul ihram yang mampu membersihkan virus kedustaan dan sifat kesombongan manusia oleh suara takbir yang mengagungkan nama Allah. Dahsyatnya bacaan dalam shalat, yaitu makna surat Al- Fatihah, merupakan satu-satunya surat yang langsung direspon oleh Allah, oleh karena itu berhentilah sejenak disetiap ujung ayat agar Allah menjawab semua doamu. 

         Kenikmatan ruku’ mampu menurunkan perasaan tinggimu di dalam hatimu dan kepada makhluk lainnya karena disaat ruku’ merupakan posisi yang paling sempurna merefleksikan penghambaanmu di hadapan Allah. Kenikmatan I’tidal mampu mendekatkan kita kepada Allah karena dalam posisi ini merupakan kondisi yang sangat spesial yang bisa dirasakan oleh hati, dan bergembiralah ketika mengucapkan lafadz sami’allaahuliman hamidahu, karena dalam lafadz tersebut mengandung arti Dia Allah mendengar apa yang kau ucapkan dan akan mengabulkan doa dan permintaanmu. Kenikmatan sujud diantara mampu mendekatkan jiwa dengan Allah, dikabulkan setiap doa orang yang dalam kesulitan, dihapuskan dosa-dosanya. Seperti sabda rosulullah berikut ini: “ Seorang hamba ketika ia shalat, maka akan didatangakan semua dosa-dosanya. Ia akan diletakkan di atas kepalanya dan pundaknya. Setiap kali ia ruku’ atau sujud, maka dosa-dosanya berjatuhan”.  Wah, baru nyampe sujud aja kenikmatan yang didapat sudah luar biasa kan?! Makanya jangan mau ketinggalan buat shalat yah! Masih ada kenikmatan-kenikmatan lainnya nih.. kita simak lagi yukz?!
    Kenikmatan diantara dua sujud  dapat memberikan kebaikan dunia dan akhirat yang terkandung dalam lafadz diantra dua sujud. Kenikmatan tasyahud diperoleh pada posisi munajat dan dekat dengan Allah, karena permintaan pada saat-saat seperti itu lebih mungkin dikabulkan dari pada permintaan setelah selesai shalat. Dan kenikmatan dalam salam sendiri terkandung  nuansa berbuat baik untuk saudara muslim lainnya. Subhanallah yah?! Maka nikmat Allah manakah yang kau dustakan.. Seperti firman Allah berikut ini: “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu yang khusyu dalam shalatnya” (QS Al Muminun: 1-2). Inilah bukti bahwa shalat adalah anugerah Allah untuk kebahagian manusia. Maka jadikanlah ka’bah sebagai kiblat bagi wajahmu dan seluruh organ tubumu serta jadikan Allah sebagai kiblat ruh dan hatimu kerena allah akan menyambut dengan hangat keluh kesah keimanan dalam hatimu.  Kesyahduan dan kekhusyuan yang tercipta saat pertemuanmu dengan Allah dalam shalat, membuatmu rindu bertemu allah kembali. Saat itu kau akan merasakan dahsyatnya energi-energi dalam shalat. Wallahu a’lam 



Senin, 01 November 2010

Jadikan Hidup Lebih Bermakna


        Alangkah baiknya apabila orang kembali mengatur dirinya dari waktu ke waktu, meneliti seluruh bagian dirinya untuk dapat mengetahui segala macam kekurangan dan penyakitnya. Lalu merumuskan program jangka pendek dan panjang untuk membebaskan dirinya dari segala hal yang merendahkan." (DR. Muhammad Al Ghazali dalam kitabnya Jaddid Hayataka)

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah ada 4 sikap manusia terhadap perencanaan :
1. Merencanakan kemudian berhasil maka ia orang yang sukses 
2. Merencanakan kemudian tidak berhasil maka ia juga termasuk orang yang sukses 
3. Tidak merencanakan dan berhasil maka ia termasuk orang yang beruntung/kebetulan 
4. Tidak merencanakan dan tidak berhasil maka ia termasuk orang yang gagal

         Membuat perencanaan merupakan setengah dari pekerjaan itu sendiri. Itulah sebabnya mengapa orang yang membuat perencanaan namun tidak berhasil tetap dikatakan sebagai orang yang sukses. Karena dengan membuat perencanaan kita sudah meletakkan tujuan, target dan bagaimana langkah untuk melaksanakan rencana kita. Dengan perencanaan, maka kita akan melakukan suatu pekerjaan dengan lebih terarah, teratur dan rapi. Kita akan lebih semangat untuk mencapai cita-cita dan tujuan kita.  

      Sebaliknya, tanpa perencanaan kita akan bersantai-santai. Tidak optimal dalam berusaha sehingga potensi yang Allah berikan berupa jasad, akal dan hati tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bagaimana mungkin kita berharap masuk surga jika hidup kita masih bersantai-santai. Mujahid dan mujahidah perindu surga tak pernah bersantai di dunia. Dunia adalah tempat beramal dan tempat santai menikmati hasilnya ada di surga.

Bagaimana Nanti atau Nanti Bagaimana?

     Inilah perbedaan antara orang yang membuat perencanaan dan yang tidak. Orang yang membuat perencanaan akan berfikir 'Nanti Bagaimana?' Dengan demikian ia akan memiliki rencana ke depan, siasat dan strategi untuk mencapai tujuan hidupnya.  Sebaliknya orang yang tidak membuat perencanaan berfikir 'Bagaimana nantisaja lah' Kalau sudah terjadi baru akan difikirkan apa yang dilakukannya, pasrah terhadap masa depan tanpa adanya upaya untuk mempersiapkan diri. Ini ibarat orang yang mau perang tapi tidak mempunyai persiapan perbekalan dan senjata. Nanti saja lah kalau sudah ketemu musuh baru dipikir mau dilawan pake apa. Gubrak...

       Bicara masalah perencanaan hidup, saya tergolong orang yang agak terlambat membuatnya. Saya baru sadar tergerak untuk membuat planning hidup setelah ditegur oleh seorang teman. Beliau mengkritik saya karena saya tidak punya perencanaan hidup secara rinci tertulis dan terukur. Beliau menceritakan bahwa rencana yang dia buat bersama istrinya banyak yang berhasil. Sedangkan saya sulit mengukur keberhasilan karena tidak membuat perencanaan yang rinci. Memang saya juga punya rencana-rencana besar dan kecil, tapi karena tidak dituangkan dalam tulisan jadi seringkali rencana-rencana itu terlupakan dan tak terfikir untuk mengejar target-target yang tertinggal. Tapi dalam hidup tak ada kata terlambat untuk memulai. Maka saya dan teman hidup saya mulai membuat visi dan misi hidup disertai dengan usaha-usaha untuk mencapainya, lengkap dengan target baik jumlah maupun waktu sampai dengan 20 tahun mendatang. Dengan demikian kami bisa mengukur keberhasilan dengan ukuran-ukuran yang kami tetapkan sendiri.

    Firman Allah SWT.” Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr : 18)
    
    Hidup di dunia hanya sekali, maka hendaknya kita merencanakan hidup ini agar hanya kita isi dengan ibadah semata. Perencanaan merupakan sunnatullah, sehingga siapa saja yang tidak melakukan perencanaan dengan baik apakah dia orang beriman atau orang kafir maka akan menuai berbagai masalah bahkan kegagalan. Kata orang bijak gagal merencanakan berarti merencanakan gagal.


gi@n_nova
beksie_sun@yahoo.com