Kamis, 21 Oktober 2010

Menghadapi masalah tanpa masalah

Sebuah kewajaran, jikalau manusia dalam hidupnya mempunyai sebuah masalah atau sebuah persoalan hidup. Baik  mengenai masalah keluarga, kesehatan  ataupun  pekerjaan. Namun, andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang sama , sikap setiap orang berbeda dalam menghadapinya. Ada yang panik, ada yang sampai stress bahkan ada yang sampai bunuh diri.  Akan tetapi tidak sedikit orang justru menikmati keberadaan masalah tersebut. Hal ini berarti bahwa masalah yang sesungguhnya bukan terletak pada masalahnya melainkan pada cara menyikapi sebuah masalah. Oleh karena itu, siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik , benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus mampu meningkatkan keterampilan dan ilmunya secara terus menerus dalam menghadapi persoalan. Karena dengan menghadapi sebuah masalah, kita akan tahu bagaimana caranya menghadapi masalah yang sama  di kemudian hari. Andai kita renungkan dengan jernih sebenarnya yang menyebabkan masalah ada 3 hal yaitu kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan kenyataan, hidup terasa sulit dan bimbang, tidak ada pegangan.
kenyataan hidup yang tidak sesuai  dengan kenyataan. Hal ini dapat diatasai dengan 3 cara yaitu:
1.siap
Siap untuk apa? Yaitu siap menghadapi yang cocok dengan keinginan kita dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keinginan kita. Kita memang di ,perbolehkan memiliki keinginan, cita-cita, dan harapan. Bahkan hal ini sangat dianjurkan. Namun bersamaaan dengan hal itu, kita pun harus sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang mempunyai keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh nalar dan kemampuan kita. Perlu diketahui bahwa, allah juga mempunyai rencana. Dan rencana Allah yang pasti akan terjadi. Yang menarik yaitu seringkali kita marah dan kecewa dengan suatu kejadian, namun setelah waktu berlalu ternyata “kejadian” itu justru begitu menguntungkan , membawa hikmah yang besar dan sangat bernanfaat, jauh leih baik dari apa yag di harapkannya.

Jikalau kita selalu terbenam dalam tindakan yang salah dalam menyikapinya, maka betapa menyedihkannya kita melewati hari-hari kita bersama masalah tersebut. Sungguh rugi padahal hidup ini Cuma sekali yang harus di nikmati. Alkisah ada seorang mahasiswa yang sangat meninginkan mempunyai IP tiggi pada semester 2. Dia belajar setiap hari dan sangat fokus pada mata kuliah yang ia ambil. Dia berencana mengambil penuh sks pada semester berikutnya agar dia cepat lulus dan membanggakan orang tua juga meaikan IPKnya. Akan tetapi Allah berkehendak lain, dia justru mendapatkan IP  yang buruk dan hanya bias mengambil separuh sks yang disediakan. Betapa kaget, kesal dan marahnya mahasiswa terseut. dia merasa dirinya  adalah mahluk paling sial  di dunia. Akan tetapi 2 bulan perkuliahan berjalan, dia baru menyadari bahwa dengan banyaknya waktu luang yang dia miliki, sekarang dia mahir dalam hal design grafis. karena waktu luangnya dia habiskan untuk mendesign pamphlet-pamflet atau  gambar untuk memenuhi tugasnya  sebagai seksi publikasi pada acara yang di adakan UKM-UKM yang di ikutinya. Subhanallah, 4 bulan lalu dia merasa IPnya adalah kesialan luar biasa. kini hal itu di anggap suatu berkah yang tiada tara. Khusnudzan adalah kunci utama dalam mempersiapkan diri dalam menghaadapi permasalahan. Sesungguhnya masalah adalah ilmu atau nikmat dari  Allah yang kedatangannya dengan cara yang kurang bias di nikmati.

2. ridha
Berhentilah menyalahkan orang lain. Semua sikap menyalahkan hanya membuang waktu. Sebanyak apa pun kesalahan orang lain yang kita temukan, dan sebanyak apa pun  kita menyalahkan dia, hal itu tak akan mengubah kita. Dan berhentilah mengeluh  Orang hanya mengeluhkan hal-hal yang bisa mereka perbaiki, dan tidak mengeluhkan hal-hal yang diluar kekuasaan kita. Karena walupun kita mengeluh , uring-uringan dan kecewa berat kenyataan itu tetap terjadi. Pendek kata, ridha atau tidak ridha kenyataan itu tetap terjadi. maka, lebih baik kita ridha saja menerimanya.sungguh banyak sekali kita temukan kesalahan berpikir, yang tidak menyelesaikan masalah justru memperkeruh masalah. Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak selalu monoton. Kadang berbahagia dan berduka,

3. senyum
Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Senyum dan sopan santun ibarat udara yang ditiupkan pada roda kendaraan Anda, murah tapi menentukan perjalanan Anda. cobalah kita memasang senyum ketika kita sedang berada dalam masalah, pasti hati kita pun akan sedikit demi sedikit mulai merasa tenang. Karena dengan senyum tubuh kita akan terangsang untuk berbahagia. Dan sangatlah tidak adil jika kita memasang muka masam pada kawan kiata yang tidak tahu tentang keadaan kita. Mungkin mereka justru akan menjauhi kita dan tidak mau berbagi penderitaan dengan kita. Tapi jika sebaliknya, teman kita akan menganggap kita baik-baik  saja dan kita pun akan terhibur dengan balasan senyum mereka.